opini

Palestina negara ilusi

Israel adalah sebuah negara teokrasi versi kaum Yahudi Zionis. Karena itu, merebut dan mempertahankan Yerusalem adalah bagian dari keimanan.

08 April 2019 07:27

Apa pun terjadi dan dilakukan oleh israel akan selalu berdampak pada nasib bangsa Palestina. Negara Zionis itu besok bakal menggelar pemilihan umum dan beberapa survei terakhir menjagokan calon petahana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan terpilih lagi.

Hitungan hari jelang pencoblosan, Netanyahu melontarkan komentar kontroversial buat kian meyakinkan para pemilih dan orang-orang belum menentukan pilihan. Sabtu kemarin dia bilang kalau terpilih Netanyahu bakal menganeksasi semua permukiman Yahudi di tepi Barat. Besoknya dia menegaskan negara Palestina tidak akan pernah terbentuk.

Sejatinya, itu bukan jargon politik. Apa yang dikatakan Netanyahu sudah makin dan kian menjadi kenyataan kalau mimpi rakyat Palestina memiliki sebuah negara merdeka dan berdaulat adalah sekadar khayalan.

Negara Palestina makin jauh dari kenyataan setelah Amerika Serikat mengakui Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibu kota Israel dan diikuti oleh pemindahaan kedutaannya dari Ibu Kota Tel Aviv ke ota suci bagi tiga agama itu Mei tahun lalu.

Apa yang dilakoni Presiden Donald Trump tidak salah. Dia hanya menjalankan Undang-undang Kedutaan Besar Yerusalem (Jerusalem Embassy Act) diteken Presiden Bill Clinton pada 1995. Selain itu, dia merealisasikan janji kampanyenya.

Yerusalem - bersama isu perbatasan dan pengungsi Palestina - merupakan tiga masalah paling krusial dan selalu mengganjal dalam proses perdamaian Palestina-Israel. Israel sudah berkali-kali menyatakan Yerusalem adalah ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Ini ditegaskan Jerusalem Basic Law, disahkan oleh Knesset pada 1980.

Sedangkan Palestina menegaskan hanya mau menjadi sebuah negara kalau beribu kota di yerusalem Timur.

Israel adalah sebuah negara teokrasi versi kaum Yahudi Zionis. Karena itu,  merebut dan mempertahankan Yerusalem adalah bagian dari keimanan. Mereka meyakini wilayah Israel dan Palestina saat ini adalah Tanah Dijanjikan Tuhan.

Fakta di lapangan, lembaga-lembaga nirlaba Zionis didanai para taipan Yahudi membeli tanah dan rumah-rumah milik orang Palestina untuk diberikan kepada para pemukim Yahudi di Yerusalem. Alhasil, kondisi demografis di sana sudah mulai berubah. Yahudi bakal menjadi dominan dalam waktu tidak lama lagi.

Kalau tidak ada terobosan dilakoni negara-negara muslim, terutama Indonesia, negara Palestina khayalan belaka. Karena selama ini kita membela Palestina setengah lapangan bukan satu lapangan.   

Sila baca: Palestina, sebuah negara kayalan

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Revolusi tidak serius di Iran

Bagi Amerika,  sokongan serius bagi revolusi di Iran adalah sebuah dilema.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Amerika sebut permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak ilegal

Israel mencaplok Tepi Barat dan Yerusalem Timur setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Saat ini terdapat sekitar 700 ribu pemukim Israel di kedua wilayah itu.





comments powered by Disqus

Rubrik opini Terbaru

Saudi must break with the Wahhabi legacy for the security of the world

ISIS is driven by a metastasized form of Wahhabism, the official interpretation of Islam in the kingdom of Saudi Arabia, which holds that all outside its own sect are kufar.

13 Juli 2016

TERSOHOR