opini

Toleh Israel lupa Palestina

Mesir dan Yordania menjadi contoh membina hubungan diplomatik dengan Israel menguntungkan terutama terkait relasi dengan Amerika.               

02 Januari 2020 19:58

Dua hari jelang pergantian tahun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negara Zionis itu segera meneken perjanjian damai dengan negara-negara Arab, terutama yang berlokasi di kawasan Teluk Persia. 

Netanyahu tidak asal bicara. Sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjabat, Israel kian dekat dengan negara-negara Arab Teluk. 

Kelihatannya enam negara Arab supertajir itu telah menyadari solusi konflik Palestina-Israel sudah habis. Impian berdirinya negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan ibu kota Yerusalem Timur telah lenyap, setelah Trump mengakui Yerusalem secara keseluruhan adalah ibu kota Israel. 

Deklarasi Washington ini sejalan dengan Hukum Dasar Yerusalem disahkan Knesset (parlemen Israel) tiga dasawarsa lalu.

Keyakinan Netanyahu juga sangat beralasan. Sejak Trump membikin dua terobosan - mengakui Yerusalem dan menganggap permukiman Yahudi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur - tidak ada gebrakan luar biasa diambil negara-negara muslim tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). 

Blokade Israel atas Jalur Gaza sejak pertengahan 2007 juga tidak mendapat tentangan hebat dari para pemimpin negara muslim. Mereka hanya bereaksi sesaat tanpa hasil, sehabis itu biasa lagi. 

Konflik berkepanjangan ini kemungkinan besar telah membuat negara-negara muslim putus asa dan kehilangan harapan buat membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. Apalagi ada masalah sangat darurat mengancam peradaban manusia, yakni perubahan iklim dan senjata nuklir. 

Alhasil, sebagian besar negara Arab dan muslim sudah mulai melupakan isu Palestina. Apalagi Israel tersohor dengan tekonologi mutakhir di bidang keamanan dan pertanian. 

Jadi ketimbang menguras waktu dan ribet mencari solusi atas konflik Palestina-Israel, mendingan bersahabat dengan negara Zionis itu. 

Sejumlah bukti sudah muncul. Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada September 2017 memimpin delegasi resmi mengunjungi Israel. 

Pada 2018, Bin Salman menyatakan Hamas sebagai organisasi terlarang di Saudi. Riyadh menindaklanjuti kebijakan itu dengan menangkapi anggota senior Hamas dan para pendukungnya. 

Sama-sama memusuhi Iran, Saudi dan Israel saling berbagi informasi intelijen. 

Dalam pertemuan dengan para pemimpin Zionis di New York, Bin Salman menyebut bangsa Yahudi berhak memiliki negara seperti Palestina. Setidaknya terdapat dua kali penerbangan rahasia pulang pergi Riyadh-Tel Aviv menggunakan jet pribadi. 

Uni Emirat Arab tahun lalu menerima lawatan dua menteri Israel. Di tahun sama, Netanyahu melakoni lawatan resmi ke Oman dan diterima Sultan Qabus bin Said. Menteri luar negeri Bahrain dan Israel juga mengadakan pertemuan di New York.

Negara muslim terbesar, Indonesia, pun sudah menjalin hubungan dagang dan keamanan dengan Israel. 

Mesir dan Yordania menjadi contoh membina hubungan diplomatik dengan Israel menguntungkan terutama terkait relasi dengan Amerika. 

 

 

 

 

 

 

 

Israel memakai sebuah buldoser untuk memindahkan mayat seorang pemuda Palestina di perbatasan Jalur Gaza-Israel di Khan Yunis, 23 Februari 2020. (Twitter)

Israel pindahkan mayat pemuda Palestina pakai buldoser

Militer Israel menyebut kedua warga Palestina ini mencoba menanam bahan peledak di wilayah Israel di seberang tembok perbatasan. 

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

MUI: Yerusalem bukan ibu kota Israel

Proposal Trump itu sejalan dengan klaim sepihak Israel melalui Hukum Dasar Yerusalem, disahkan Knesset empat dasawarsa lalu.

Seorang tentara Israel terkena lemparan bom molotov dari warga Palestina dalam bentrokan di Kota Hebron, Tepi Barat, 3 Februari 2020. (Human Rights Defender)

OKI tolak proposal damai trump

OKI menyerukan kepada semua negara anggotanya untuk tidak terlibat atau bekerjasama dengan pemerintah Amerika buat melaksanakan proposal damai Trump itu dalam beragam cara.

Sidang darurat Liga Arab berlangsung pada 1 Februari 2020 di Ibu Kota Kairo, Mesir, membahas proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hasilnya, Liga Arab menolak proposal damai Trump. (Courtesy)

Palestina putuskan semua hubungan dengan Amerika dan Israel

Liga Arab menolak proposal damai Trump.





comments powered by Disqus

Rubrik opini Terbaru

Saudi must break with the Wahhabi legacy for the security of the world

ISIS is driven by a metastasized form of Wahhabism, the official interpretation of Islam in the kingdom of Saudi Arabia, which holds that all outside its own sect are kufar.

13 Juli 2016

TERSOHOR