opini

Israel dan empat kutub Islam

Seperti mengikuti hukum fisika, keempat kutub Islam sama-sama mengklaim pro-Palestina malah bisa makin menempel dengan Israel merupakan kutub berlawanan.

03 Mei 2022 22:27

Arab Saudi, Yordania, Turki, dan Indonesia pantas disebut sebagai kutub Islam dunia. Saudi karena menguasai Makkah dan Madinah, Yordania secara eksklusif mengelola Masjid Al-Aqsa, Turki dulunya pusat Kesultanan Usmaniyah dianggap sebagian kaum muslim sebagai khilafah terakhir, dan Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar sejagat.

Keempat negara kutub Islam ini sejatinya sudah dalam genggaman Israel. Turki dan Yordania sudah menjalin hubungan diplomatik, sedangkan Saudi dan Indonesia merupakan target utama diplomasi negara Zionis itu membina relasi kucing-kucingan: di depan publik bersuara lantang mengecam, namun diam-diam pertemuan dan hubungan dagang serta pertahanan berjalan.

Sila baca: Indonesia dan Saudi dua target utama normalisasi dengan Israel

Tentu saja situasi itu sangat menguntungkan Israel serta sebaliknya kian melemahkan perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat. Relasi empat kutub Islam dengan Israel ini makin menyulitkan cita-cita Organisasi Konferensi Islam, dibentuk pada 1969 setelah Masjid Al-Aqsa dibakar, untuk mewujudkan mimpi rakyat Palestina.

Padahal penjajahan Israel atas Palestina bukan sekadar konflik nasionalisme tapi konflik agama: Yerusalem Timur di dalamnya ada Al-Aqsa merupakan harga mati bagi Israel dan kaum Yahudi sejagat. Juga batas tidak bisa ditawar untuk Palestina serta umat Islam sedunia.

Orang Yahudi percaya dulunya sudah dua sinagoge berdiri di lokasi Al-Aqsa. Sedangkan kaum muslim memiliki kewajiban agama untuk berziarah ke sana sekaligus mempertahankan agar tidak dibagi dua atau dirobohkan oleh Israel.

Sebagai kutub Islam, Arab Saudi, Turki, Yordania, dan Indonesia tidak bisa solid karena lebih mengutamakan kepentingan nasional masing-masing. Karena itulah, sokongan terhadap Palestina juga tidak serius dan monumental.

Isu Palestina sekadar komoditas politik bagi pemimpin dari keempat negara kutub Islam itu. Bereaksi mengecam jika Israel kelewatan menindas dan membunuh rakyat Palestina. Bungkam kalau situasi di sana tenang lagi.

Seperti mengikuti hukum fisika, keempat kutub Islam sama-sama mengklaim pro-Palestina malah bisa makin menempel dengan Israel merupakan kutub berlawanan.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tujuh anggota Kongres ajukan resolusi agar Amerika akui Nakbah

"Kita harus mengakui kemanusiaan Palestina diabaikan ketika orang-orang menolak mengakui kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi dalam sistem aparthei Israel," ujar Rashida.

Jenazah wartawan Al-Jazeera Syirin Abu Aqilah sehabis didoakan pada 13 Mei 2022 di Gereja Katolik Yunani, Yerusalem Timur, Palestina. (Twitter/@ZaidAmali)

Mata, telinga, dan lisan Palestina untuk dunia

Prosesi pemakaman Syirin adalah ketiga terbesar sejak kematian Faisal al-Husaini pada 2001 dan Yasir Arafat di 2004.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Muhammad Azad saat acara buka puasa si kediaman resminya di Jakarta, 26 April 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Azad: Hari Al-Quds sebagai kampanye mendukung kemerdekaan Palestina

Hari Al-Quds sebagai pernyataan menolak terorisme dilakukan Israel dalam bentuk penjajahan atas Palestina.

Kaus oblong bergambar senapan serbu M-16 marak dijual di toko-toko di Tepi Barat, Palestina. (Shehab Agency)

Perlawanan terhadap Israel kian meningkat, kaus oblong bergambar senapan M-16 marak dijual di Tepi Barat

Ketegangan meluas hingga ke Yerusalem Timur, termasuk kompleks Masjid Al-Aqsa, hingga pekan lalu.





comments powered by Disqus