wawancara

Amira Arnon (1)

Indonesia sangat penting buat Israel

Israel sangat berharap bisa sesegera mungkin membina hubungan diplomatik dengan Indonesia.

27 Februari 2015 17:48

Gelap sudah mulai membungkus Singapura pada Kamis di akhir April 2012. Di pintu masuk Concert Hall, School of the Arts, Duta Besar Israel untuk Singapura Amira Arnon dan suami, Hagai Arnon, bersama sejumlah pejabat kedutaan menyapa, menyalami, dan saling cium pipi kanan dan kiri tetamu yang datang.

Di gedung yang terletak di jantung negara kota itu, Arnon menjadi tuan rumah perayaan hari lahir Israel ke-64, mengikuti penanggalan Yahudi. Namun jika mengambil kalender Masehi, acaranya baru berlangsung 14 Mei mendatang.

Di antara ratusan tamu hadir, setidaknya ada sepuluh undangan dari Indonesia. Mereka adalah Ferry Mursyidan Baldan bersama istri, serta pentolan dan mantan petinggi organisasi pemuda Islam. Ada pula dua perwakilan dari KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia dan seorang pengusaha.

Menurut Arnon, Indonesia sangat penting buat Israel. “Saya sangat berharap besok atau sesegera mungkin,” katanya saat ditanya soal keinginan negara Yahudi itu membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Setelah wara-wiri menemui tetamu saat acara ramah-tamah, Arnon tidak lupa menemui sekelompok kawannya dari Indonesia itu. Diaa berbincang akrab dengan mereka.

Ketika tamu mulai sepi menjelang pukul sepuluh malam, Arnon akhirnya bersedia diwawancarai di salah satu sudut gedung konser.  Selama sekitar setengah jam, dia menjelaskan seputar hubungan Indonesia dan Israel. Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Seberapa penting Indonesia buat Israel?

Tentu saja Indonesia sangat penting bagi kami. Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dan berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Indonesia juga amat penting bila dilihat dari sisi ekonomi karena memiliki jumlah penduduk sangat banyak dan kekayaan alamnya amat besar.

Seberapa besar keinginan para pemimpin Israel untuk membina hubungan diplomatik dengan Indonesia?

Kami telah menormalisasi hubungan dengan negara-negara di Timur Tengah. Di luar itu, kami juga sudah membina hubungan dengan negara-negara di Asia. Sayangnya, kami belum bisa mencapai hal itu dengan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia.

Apakah Anda menyesali hal itu?

Kami paham masalah ini sangat sensitif. Kami juga mengerti politik domestik di Indonesia memang belum menginginkan hal itu terjadi.

Menurut Anda, kapan kira-kira hubungan diplomatik dengan Indonesia bisa terwujud?

Saya sangat berharap besok atau sesegera mungkin. Namun kami sadar itu belum dapat dilakukan. Kami berharap generasi Indonesia mendatang bisa memahami betapa pentingnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Untuk mencapai hal itu, generasi muda di Indonesia harus diberi pemahaman. Bukan hanya dari suduat pandang politik, namun juga ekonomi, budaya, dan sebagainya.

Apakah ada program rutin, semacam mengundang tokoh pemuda Indonesia ke Israel, agar mereka bisa melihat langsung kondisi di lapangan?

Kami tidak ada program seperti itu.

Berapa yang Anda undang dari Indonesia dan siapa saja datang?

Kami mengirim 500 undangan, termasuk kawan Israel dari Indonesia. Beberapa ada yang hadir, namun saya tidak bisa menyebutkan.

Seberapa sering Anda ke Indonesia?

Saya tidak pernah ke Indonesia.

Tapi tahun lalu Anda ke Jakarta kan?

Tidak.

Gantian giliran Arnon bertanya.

Apakah Anda tahu itu (kunjungan saya ke Jakarta) dari duta besar Yordania (Muhammad

Dawudieh)?

Iya.

Dia memberi tahu atau Anda bertanya?

Dia memberi tahu saat saya menemui dia di kantornya.

Wawancara berlanjut lagi.

Apakah Anda tahu ada komunitas orang Indonesia keturunan Yahudi?

Iya, saya tahu mengenai hal itu.

Berapa jumlah mereka?

Saya tidak tahu. Yang saya tahu ada beberapa keluarga di Jakarta, Surabaya, dan Sulawesi.

Sudah berapa lama Israel membina hubungan diplomatik dengan Timor Leste?

Kami mengakui kemerdekaan Timor Leste sejak awal dan kami telah membuka kedutaan besar di sana. Pada peringatan sepuluh tahun berdirinya Timor Leste, saya akan datang.

Timor leste adalah bekas provinsi ke-27 Indonesia. Apakah ada kekhawatiran dari Indonesia setelah hubungan diplomatik Israel dan Timor Leste terbentuk?

Saya tidak tahu mengenai hal itu.

Hanny Sobol, the head of the Israel Tourism and Travel Agents Association. (Albalad.co)

Tourism has connected Indonesians and Israelis

"People on both sides will pay the price of this banning," said Hanny Sobol.

The Deputy Spekaer of Knesset Yehiel Hilik Bar. (Yehiel Hilik Bar for Albalad.co)

There will be two benefits when Indonesia has a formal relationship with Israel

Indonesian government can only be an effective mediator if they want to establish a diplomatic relationship with Israel.

Menachem Klein, professor in political sciences at Bar Ilan University, Israel, poses with the background of the image of  Al-Aqsa in Borobudur Hotel, Jakarta, December 15, 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Prince Muhammad bin Salman is a good partner for Netanyahu on the issue of Iran and Palestine

"But I think Netanyahu policies on the two issues are bad for Israel."

Guma al-Gamati, a Libyan politician who heads Taghyeer Party. (Albalad.co)

Qaddafi family has no more influence in Libya

"They have right one day to come back and to live in their own country peacefully as long as they don't make any trouble at all," said Gamati.





comments powered by Disqus