wawancara

Muhammad Haidar Assad (1)

Tafsiran ISIS atas Quran dan hadis menyimpang

"Sebagai gerakan, ISIS mengerikan karena mereka tidak segan-segan melakukan tindakan barbar dan benar-benar sadis."

06 Maret 2015 16:18

Banyak perdebatan muncul: apakah ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mesti didukung atau dilenyapkan.

Yang menyokong beralasan ISIS berniat mendirikan khilafah islamiyah agar hukum-hukum Islam bisa diterapkan secara menyeluruh di seluruh dunia. Mereka mengklaim syariat islam telah diberlakukan di daerah-daerah kekuasaan ISIS, seperti di Raqqah (Suriah) dan Mosul (Irak), sudah sesuai Al-Quran dan hadis.

Pihak menentang kehadiran ISIS meyakini milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu mengerikan karena hukuman mereka berlakukan amat sadis dan barbar. Misalnya, hukum sembelih, potong tangan, rajam, atau melempar gay dari puncak bangunan tertinggi di sebuah kota.

Muhammad Haidar Assad, penulis buku ISIS: Organisasi Teroris Paling Mengerikan Abad Ini, menegaskan sebagai sebuah organisasi ISIS tidak besar. "Tapi sebagai gerakan, ISIS mengerikan karena mereka tidak segan-segan melakukan tindakan barbar dan benar-benar sadis," katanya saat ditemui semalam di sebuah tempat tongkrongan di Jakarta.

Berikut penjelasan Haidar Assad soal apa sebenarnya ISIS kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Apa perbedaan antara ISIS dan Al-Qaidah?

Perbedaan paling mendasar adalah Al-Qaidah lebih sebagai gerakan sporadis muncul dari pesimisme Usamah Bin Ladin melihat fenomena Islam global. Karena pesimistis melihat itu dan dia punya jaringan pendanaan kuat, dia kemudian secara sporadis membentuk Al-Qaidah.

Tapi ISIS mempunyai basis ideologi kuat dan didasarkan pada nilai-nilai keislaman, baik hadis atau tafsir Al-Quran, ada rujuan kuat dalam Islam klasik. Tentunya ditafsirkan sesuai kemauan mereka, dilarikan ke mana-mana.

Yang jelas ISIS bukan begitu saja melakukan gerakan terorisme. Semua hukum Islam, seperti eksekusi mati mereka laksanakan, mempunyai rujukan dalam Islam, tapi tafsirannya dilarikan ke arah ekstremisme.

Contohnya?

Seperti pembakaran terhadap pilot Yordania Muaz al-Kasasbih mereka tuduh sebagai mata-mata dan divonis kafir serta membahayakan Islam. Ketika membakar Muaz, ISIS mengeluarkan surat fatwa tentang basis ideologi keagamaan soal alasan kenapa dia dibakar. Konon rujukannya kepada Khalifah Abu Bakar pernah membakar seorang kafir.

Banyak anggota ISIS bekas anggota Al-Qaidah, tapi kenapa ISIS mempunyai ideologi ekspansionis, berbeda dengan Al-Qaidah?

Al-Qaidah juga cenderung ekspansionis tapi memiliki cabang-cabang terpisah, seperti Al-Qaidah di Irak (AQI). Sedangkan ISIS memanfaatkan jaringan Al-Qaidah luas di berbagai negara dengan titik pusatnya waktu itu AQI, kemudian melakukan pola sebaliknya: menyatukan di bawah satu komando, pertama dipimpin Abu Umar al-Baghdadi lalu dilanjutkan oleh Abu Bakar al-Baghdadi.

Kalau Al-Qaidah lebih menyebar dan cabang-cabangnya relatif independen, hanya disatukan oleh ideologi. Namun ISIS di bawah satu komando, satu pendanaan, dan melakukan sebuah gerakan sistemik. Karena itu awalnya keluar sebagai ISI (Negara Islam di Irak) lalu ISIS. Setelah dirasakan sudah kuat mereka tampil sebagai negara Islam: satu komando, satu pendanaan, satu sistem, satu ideologi.

Lalu kenapa ISIS lebih cepat berkembang?

Kunci utama adalah ISIS dihuni oleh orang-orang berintelektual tinggi. Menteri-menteri ISIS itu profesor dan doktor di bidang keagamaan. Termasuk Abu Bakar al-Baghdadi, kalau nggak salah doktor di bidang sejarah Islam. Karena mereka bukan hanya bermodalkan dana seperti Bin Ladin, tapi diisi orang-orang berkualitas, ISIS akhirnya membuat sistem perekrutan bagus.

Sistem rekrutmennya pertama menyasar orang-orang memang berideologi ekstremis, yakni eks Al-Qaidah dan afiliasi-afiliasi Al-Qaidah belum terikat penuh dengan Al-Qaidah. Kedua, ISIS memanfaatkan masjid-masjid sebagai pusat peradaban Islam, menguasai masjid secara sistemik.

Mereka juga menyasar orang-orang muda relatif memiliki pemahaman agama masih rendah. Secara sepintas Islam versi ISIS seolah berdasarkan Al-Quran dan hadis, hanya saja tafsiran mereka kacau serta salah.

Faktor terakhir membikin ISIS begitu cepat tumbuh adalah sistem pendanaannya bagus dan besar sehingga mereka bisa menjadi organisasi teroris terkaya di dunia. Tidak seperti Al-Qaidah didapat dari sumbangan orang-orang mendukung misinya atau berkepentingan dengan misinya, ISIS memang memiliki sumber keuangan independen.

Ketika awalnya mendapat uang dari sumbangan-sumbangan itu, mereka kelola, misalnya untuk menguasai ladang-ladang minyak di Irak, jual beli senjata, dan sebagainya. Alhasil, dana ISIS tidak akan habis selama sumber keuangannya tidak dihancurkan.

Jadi ISIS itu dikelola seperti perusahaan?

Iya dan diisi oleh orang-orang sangat bagus dan pintar. Juga memiliki ideologi dan jam terbang berkualitas karena memang memang bekas anggota Al-Qaidah. Bahkan Abu Musab al-Zarqawi, pendiri ISIS, sejak muda dinilai memiliki kecenderungan negatif: sering membunuh, mabuk-mabukkan. Umur 20-an dia masuk ke masjid, menjadi penghapal Al-Quran dan hadis, dikirim Chechnya.

Apa benar ISIS sengaja dibentuk lantaran Al-Qaidah tidak lagi bermutu?

Saya rasa ISIS ini bentuk mutakhir atau peningkatan dari Al-Qaidah karena sampai sekarang belum ada pernyataan menyebutkan Al-Qaidah dan ISIS terpisah dan dua hal berbeda. Walau mereka memiliki modul, sistem, dan pendanaan berlainan. Hanya saja ISIS lebih terorganisir dan sistematis.

Tapi apa benar Abu Bakar al-Baghdadi itu sejatinya agen Mossad dan orang Yahudi bernama Simon Elliot?

Memang pernah ditemukan beberapa foto petinggi-petinggi ISIS itu pernah berhubungan dengan petinggi-petinggi Amerika. Konon jaringan pendanaannya menggunakan jaringan pernah dipakai Al-Qaidah, yakni Arab Saudi, Amerika, dan Israel.

Gerakan teroris memang selalu seperti itu. Mereka sulit melepaskan diri dari kepentingan Amerika. Memang benar ada tangan Amerika dan Saudi di dalam ISIS. Hanya saja ISIS ini sekarang mulai relatif sulit dikontrol oleh Amerika Arab Saudi, mereka juga kelabakan.

Amerika dan Arab Saudi akhirnya menerapkan kebijakan dua kaki. Di satu sisi mereka merawat ISIS untuk kepentingan tertentu dengan batas tertentu, tapi di sisi lain mereka di depan mata dunia seolah menghajar ISIS. Bisa dipastikan tanpa pendanaan dan sistem manajemen dari Amerika, Israel, dan Saudi, sulit bagi ISIS cepat menyebar dan berpengaruh besar serta sangat mengancam.

Sebagai sebuah organisasi, ISIS itu sebenarnya kecil. Hanya saja karena gerakannya begitu mengerikan dan diekspos besar-besaran di media untuk menyebar ketakutan dan memperlihatkan mereka itu besar. Yang lebih berbahaya dan menyebar itu justeru ajaran ISIS. Misalnya gampang mengkafirkan orang dan keras dalam beragama.

Apa benar ISIS itu bercermin kepada Wahabi?

Sebenarnya untuk mengkotakkan itu sulit karena kita tidak bisa memastikan afiliasinya dalam sektarian. Cuma memang dari dasar-dasar ideologi mereka gunakan dan corak keberislamannya, ada indikasi Islam kolot seperti diyakini oleh Saudi bermazhab resmi Wahabi.

Ada irisan-irisan menyebabkan orang relatif menyimpulkan ISIS adalah bentuk gerakan nyata dan paling mengerikan dari paham Wahabi. Tapi kita tidak bisa mengklaim ini memang diakui oleh Wahabi. Dengan mazhab lainnya, terlihat berbeda.

Dalam ideologi ISIS ditulis langsung oleh Baghdadi, salah satunya mereka memang mengkafirkan orang-orang Sunni mereka anggap tidak lagi sesuai nilai-nilai kesunnian sesuai pemahaman mereka. Sedangkan Syiah musuh utama mereka.

Kenapa identitas sebenarnya dari Baghdadi itu masih misterius?

Salah satu pola organisasi teroris di mana pun berada adalah kemisteriusan pemimpinnya. itu sampai sekarang digunakan oleh ISIS. Mereka menjaga kemisteriusan Baghdadi agar orang sulit menerka siapa dia, masuk ke afiliasi mana, dan sebagainya.

Kalau dia mengklaim dari keturunan suku Quraisy dan bahkan pernah mengaku keturunan khalifah Abu Bakar, itu jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya melihat klaim itu lebih sebagai trik dari Baghdadi buat melegitimasi dirinya sebagai pemimpin.

Karena dalam Islam ada banyak rujukan bagaimana pemimpin itu dalam konteks Islam di masa nabi dekat dengan suku Quraisy. Doktrin-doktrin mengenai keidentikan pemimpin Islam dengan suku Quraisy ini dimanipulasi oleh Baghdadi untuk melegitimasi posisinya sebagai pemimpin negara Islam. Klaim itu bohong dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Bagaimana ISIS pertama kali dibentuk?

ISIS itu awalnya AQI. Di sana ada yang namanya Abu Musab al-Zarqawi dan dia dekat dengan Bin Ladin serta lingkaran utama Al-Qaidah. Setelah bertobat dari kebengalannya, Zarqawi bergabung dengan Al-Qaidah dan kemudian dikirim ke Chechnya dan Afghanistan.

Tapi dia akhirnya kecewa dengan Al-Qaidah karena dianggap bias kepentingan, tidak murni memperjuangkan Islam. Sembari menjaga hubungan baik dengan Al-Qaidah, dia lalu membuka cabang dan mendapat dana langsung dari Al-Qaidah. Jaringannya pun berkembang.

Zarqawi ini melahirkan ISIS. Lalu ada Abu Umar al-Baghdadi, tidak populer karena dia berada di zaman transisi antara Zarqawi dan Abu Bakar al-Baghdadi. Namun dia tidak sepintar dan setaktis Zarqawi. Hanya saja di masa Baghdadi inilah ISIS muncul ke permukaan.

Apa alasan Anda menyimpulkan ISIS organisasi teroris paling mengerikan abad ini?

Sebagai sebuah organisasi, ISIS tidak besar. Tapi sebagai gerakan, ISIS mengerikan karena mereka tidak segan-segan melakukan tindakan barbar dan benar-benar sadis, seperti menyembelih orang. Mereka juga membikin jaringan media dalam satu komando untuk menyebar kesadisan mereka buat mengakibatkan rasa takut dalam masyarakat.

Tapi hukum Islam mereka terapkan berdasarkan Al-Quran dan hadis?

Siapa saja mengatasnamakan Islam pasti sumbernya sama: Al-Quran dan hadis. Problemnya adalah bagaimana mereka menafsirkan. Yang jelas, penafsiran dilakukan ISIS salah.

Karena pertama, mereka melihat ayat atau hadis itu secara tesktual bukan kontekstual. Jadi sejarah munculnya ayat atau hadis tidak mereka lihat. Mustahil kita bisa mengetahui maksud ayat atau hadis itu tanpa melihat konteks keluarnya ayat atau hadis itu. Kedua, mereka relatif membaca ayat atau hadis begitu saja. Misalnya ketika disuruh membunuh, mereka membunuh. Tidak tahu bagaimana cara membunuhnya atau apakah masih relevan pembunuhan seperti itu dengan situasi sekarang di mana hubungan antara Islam dan non-Islam relatif lebih baik.

Ketiga, tafsiran-tafsiran dilakukan ISIS disesuaikan kepentingan mereka. Al-Quran dan hadis itu hadir di suatu zaman dan ruang tertentu serta begitu universal. Jadi begitu mudah ditafsirkan ke mana-mana.

Perlu ditegaskan, ISIS bukan Al-Qaidah sehingga tidak bisa mengatakan ISIS itu organisasi teroris mengatasnamakan Islam. Ulama-ulama dunia, termasuk Indonesia, harus benar-benar menanggapi serius tafsiran-tafsiran menyimpang dilakukan oleh ISIS. Kalau tidak, akan banyak orang membaca dan terpengaruh karena memang didasarkan pada Al-Quran dan hadis.

ISIS berniat mendirikan negara Islam, apakah cita-cita itu masih relevan di zaman sekarang hingga akhir masa?

Sama sekali nggak relevan. Itu lebih seperti imajinasi. Pola pikir mereka bertolak belakang dengan cara berpikir mestinya dikembangkan. Imajinasi mereka adalah kembali ke masa rasul, masa lalu. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan kembali dan hidup seperti masa lalu.

Sejarah itu diletakkan sebagai titik tolak untuk melihat masa depan. Simbolnya bukan kembali ke masa lalu tapi berangkat dari masa lalu. Jadi kita berangkat dari nilai-nilai substansi Islam kemudian menafsirkan secara kontekstual sesuai apa yang dialami dan ada di sekitar kita saat ini. Karena itu, banyak ulama sudah menegaskan demokrasi itu sesuai nilai-nilai Islam, Pancasila sebagai ideologi sangat sesuai nilai-nilai Islam sehingga tidak ada masalah.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

ISIS benarkan Abu Bakar al-Baghdadi tewas

Dia dinyatakan terbunuh akibat serangan udara di Provinsi Ninawih, Irak.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Calon pengganti Baghdadi

Iyad al-Ubaidi dan Ayad al-Jumaili sebagai dua kandidat terkuat merupakan bekas perwira angkatan darat zaman Saddam Husain.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Rusia sangat yakin serangan udaranya tewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Serangan udara itu terjadi pada 28 Mei dini hari di pinggiran selatan Kota Raqqah.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

I protect the Jewish community because it is a minority

"The link of the Tunisian Jews with Tunisia is very strong. Tunisia is known for its tolerance, Jews and Muslims have always coexisted together," said Elie Trabelsi.

07 Agustus 2018

TERSOHOR