wawancara

Kami tidak suka Al-Hutiyun

Menurut Saleh bin Salim, penduduk Aden, perbandingan wilayah dikontrol Al-Hutiyun dan pasukan loyalis Hadi adalah 50 berbanding 50.

17 April 2015 07:09

Perang meletup di Yaman sejak pasukan koalisi Arab dipimpin Arab Saudi melancarkan serbuan udara bersandi Badai Ketegasan telah meluluhlantakkan negara Arab termiskin itu.

Serangan udara ini buat menghancurkan pemberontak Syiah Al-Hutiyun telah memaksa Presiden Abdurabbu Mansyur Hadi akhirnya lari meminta perlindungan di Saudi. Pasukan Al-Hutiyun dibantu para pendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh berusaha bertahan di Kota Aden, selatan Yaman, terlibat pertempuran kota dengan pasukan loyalis Hadi.

Menurut Saleh bin Salim, penduduk Aden, perbandingan wilayah dikontrol Al-Hutiyun dan pasukan loyalis Hadi adalah 50 berbanding 50. "Di beberapa distrik tidak terjadi pertempuran atau insiden apapun," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp Rabu dan Kamis pekan ini. "Situasinya benar-benar aman tapi di Mualla dan sejumlah kawasan berlangsung baku tembak sengit."

Lelaki 24 tahun ini terpaksa mengungsi bersama orang tua dan dua abangnya dari Mualla lantaran situasi di kawasan ini kian buruk. "Di Mualla banyak penembak jitu, jadi warga sipil takut untuk keluar rumah," ujar Saleh. Mereka kini tinggal di rumah kerabat di Distrik Buriqa, Aden.

Berikut penuturan Saleh kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Bagaimana situasi di Aden saat ini?

Di beberapa distrik tidak terjadi pertempuran atau insiden apapun. Situasinya benar-benar aman tapi di Mualla dan sejumlah kawasan berlangsung baku tembak sengit.

Pasukan Al-Hutiyun kemarin (Selasa) membakar sekitar lima bangunan di Mualla.

Apakah Anda ikut berperang?

Tidak, saya memiliki orang tua. Bila saya terbunuh siapa bakal mengurus mereka.

Di Aden sebelah mana Anda tinggal?

Saya menetap di Mualla namun ketika situasi kian buruk saya bersama keluarga pindah ke Distrik Buriqa.

Memangnya seburuk apa kondisi di Mualla?

Penduduk di sana tidak bisa sembarangan keluar. Di Mualla banyak penembak jitu, jadi warga sipil takut untuk keluar rumah.

Penembak runduk itu dari pihak mana?

Al-Hutiyun.

Bisakah Anda sebutkan distrik mana saja di Kota Aden sudah dikuasai milisi Al-Hutiyun?

Saya kira Mualla, sebagian Khor Maksir, sebagian Dar Saad, sebagian Kratir, dan sejumlah wilayah dekat Aden, seperti Amran di Provinsi Lahj.

Berapa perbandingan wilayah telah dikuasai Al-Hutiyun dan pasukan loyalis Presiden Abdurabbu Mansyur Hadi?

Bisa dibilang 50 berbanding 50. Tapi Al-Hutiyun makin lemah karena dukungan bagi mereka sudah berhenti.

Memang pertempuran kota di Aden tiap harinya berlangsung kapan?

Tengah malam dan gempuran pasukan koalisi menghantam sejumlah lokasi di Aden subuh ini.

Menurut Anda, kebanyakan masyarakat Aden mendukung Al-Hutiyun?

Tidak, tak seorang pun menginginkan mereka. Mereka membunuhi warga sipil saban hari.

Wawancara terhenti lantaran listrik padam. Perbincangan berlanjut besoknya (Kamis).

Bagaimana soal pasokan makanan, air, dan, listrik selama perang ini?

Makanan dan air tidak cukup di beberapa distrik tapi di Buriqa suplai makanan mencukupi. Saya dengar penduduk di sejumlah kawasan mendapat bantuan makanan.

Pasokan listrik buruk karena pembangkit listrik bermasalah.

Sehari berapa jam listrik menyala di Aden?

Di hari-hari lalu listrik menyala 16 jam tiap hari tapi hari ini amat buruk. Sekarang di Buriqa sedang mati lampu. Kami memakai generator buat menyalakan listrik.

Di Buriqa Anda tinggal di pengungsian atau rumah kerabat?

Saya bareng orang tua dan dua abang saya tinggal di rumah saudara kami.

Tadi Anda bilang pertempuran kota biasanya meletup tengah malam. Berarti warga Aden bisa berkegiatan normal mulai pagi hingga sore?

Masyarakat biasanya seperti itu namun ketika para penembak jitu mulai membunuh orang sipil, warga jadi takut keluar rumah.

Apakah semua sekolah, pasar, dan kantor tutup sejak serangan udara pasukan koalisi dimulai?

Ya. Saya sudah tidak bekerja sejak 25 Maret 2015 (hari pertama pelaksanaan operasi militer bersandi Badai Ketegasan).

Apakah Anda setuju terhadap intervensi militer dilakukan koalisi Arab dipimpin Saudi?

Tentu saja.

Kenapa?

Karena pemberontak Al-Hutiyun akan menghancurkan segalanya jika tidak dihentikan.

Bukankah intervensi ini bisa dinilai melanggar kedaulatan Yaman?

Saya tahu beberapa orang bilang seperti itu tapi tentara bergabung dengan milisi Al-Hutiyun. Jadi siapa bakal menghentikan mereka?

Menurut Anda, mana paling berbahaya antara Al-Hutiyun dan Al-Qaidah?

Keduanya sama saja...disokong mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Tapi saya bukan politikus (seraya tertawa).

Apakah Anda pernah punya pengalaman pribadi dengan Al-Hutiyun atau Al-Qaidah?

Tidak.

Wawancara terhenti lagi lantaran Saleh mau makan malam dan dilanjutkan sejam kemudian.

Apakah Anda yakin Yaman bakal lebih aman ketimbang sebelumnya sehabis perang ini berakhir?

Saya berharap seperti itu.

Apakah Anda setuju bila Yaman Selatan berpisah dan kembali menjadi negara merdeka dan berdaualat seperti sebelum Yaman bersatu?

Saya mengharapkan jika memang Yaman Selatan terpisah dari Yaman Utara dan menjadi negara berdaulat serta memilih pemimpin bagus, banyak hal bakal berubah menjadi lebih baik.

Siapa kira-kira pantas menjadi presiden Yaman Selatan?

Mmm...saya tidak tahu (seraya tertawa).

Bagaimana dengan Khalid Bahah (mantan perdana menteri kini ditunjuk sebagai wakil presiden)?

Mungkin saja (tertawa).

Khalid Umar, the Secretary General of the Sudanese Congress Party, during a demonstration in Khartoum, Sudan. (Khalid Umar for Albalad.co)

This revolution driven by the demands of the Sudanese people

"It is always the right time to claim your freedom and dignity," said one of the leader of the opposition group.

Sheikh Dr. Abdul Aziz bin Abdul Rahman al-Thani, the Chairman of the Supervisory Board of Humanitarian Fund INSANIA Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

We have provided hundreds of million dollars for humanitarian in Indonesia

INSANIA will build many schools in Indonesia every year.

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

This revolution driven by the demands of the Sudanese people

"It is always the right time to claim your freedom and dignity," said one of the leader of the opposition group.

19 Januari 2019

TERSOHOR