wawancara

Wawancara Safi Yusuf (1)

Muaz itu sejatinya masih hidup

"Saya tidak pernah mau melihat bagaimana rekaman video tersebar soal pembunuhan Muaz," kata Safi Yusuf.

01 Mei 2015 07:08

Wajah Safi Yusuf al-Kasasbih langsung berubah muram saat mulai membicarakan soal kenmatian putra ketiganya, Muaz al-Kasasbih. Kelihatan sekali dia masih terpukul dengan tragisnya cara Muaz meninggal.

Dalam rekaman video disebarluaskan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Muaz dibakar hidup-hidup dalam sebuah kandang. Menurut sejumlah pejabat Yordania, kejadian itu berlangsung pada 13 Januari lalu.

Lelaki 68 tahun ini memang pantas terpukul atas wafatnya Muaz. Maklum saja, pilot angkatan udara Yordania ini baru lima bulan menikah ketika menjadi sandera ISIS, sehari menjelang Natal tahun lalu.

"Saya tidak pernah mau melihat bagaimana rekaman video tersebar soal pembunuhan Muaz," kata Safi saat ditemui Rabu lalu di kediamannya, baladiyah Ai (barangkali setingkat kecamatan) di Provinsi Al-Karak, Yordania. Albalad.co datang ke sana ditemani Miftah, mahasiswa Indonesia tengah belajar di Universitas Muktah di Kota Muktah, sekitar sepuluh menit bermobil dari rumah keluarga Muaz.

Berikut penuturan ayah empat anak ini - Jawad, jaudat, Muaz, dan Yusuf - kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Apa kenangan Anda soal Muaz?

Dia itu orang baik.

Apakah Anda puas dengan reaksi Raja Abdullah langsung membombardir basis ISIS di Suriah untuk membalas kematian Muaz?

Itu pertanyaan politik, saya tidak mau menjawab.

Anda kelihatan kesal sekali dengan kematian Muaz?

Negara koalisi mengirim dia untuk mati. Muaz itu bukan dibunuh oleh Dais (Daulah Islamiyah, sebutan lain buat ISIS). Saya tidak pernah mau melihat bagaimana rekaman video tersebar soal pembunuhan Muaz. Cara pembunuhan dilakukan ISIS ini sama seperti oleh kaum Najran di Yaman (seraya mengutip kisah Ashabul Ukhdud dalam Al-Quran surat Al-Buruj).

Kemungkinan besar anak saya itu saat mau dibakar membaca surat Al-Muluk karena dia suka dan sering membaca surat ini.

Bagaimana keadaan Anda sekeluarga sepeninggal Muaz?

Setelah kematian Muaz, rumah menjadi tenang, nyaman. Rezeki terus mengalir dengan tidak terduga.

Apakah menurut Anda Muaz mati syahid?

Muaz itu mati syahid. Orang mati syahid itu tidak meninggal, dia masih hidup dan berada di sekitar kita. (seraya membaca Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 154).

Sepertinya Muaz menjadi pahlawan tersohor Yordania?

Muaz dijadikan nama salah satu dari lima madrasah di Ai. Di sini ada beberapa madrasah dan salah satunya terbaik kedua di Provinsi Al-Karak.

Apakah Muaz sudah mempunyai anak?

Belum, dia baru menikah 1 Agustus 2014.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

We will remove Al Saud regime

"We are considering few months to a year to achieve this goal," said Marzuq.

Pilot Yordania Muaz al-Kasasbih dibakar hidup-hidup oleh ISIS. (heavy.com)

Ideologi ISIS lebih ekstrem dari Wahabi

Menurut Dr Irfan al-Alawi, pengikut ISIS tidak pantas disebut sebagai muslim.

Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Yordania Nayif al-Fayiz tengah berbincang dengan seorang pelancong di kota kuno Al-Bitra (Petra), Kamis, 30 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Islam tidak antisejarah

"Itu amat disayangkan, apalagi mereka memakai nama Islam. Islam tidak seperti itu," kata Nayif al-Fayiz.

Muaz dalam kenangan

Albalad.co Rabu lalu bertandang ke rumah mendiang Muaz al-Kasasbih, pilot angkatan udara Yordania dibakar milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).





comments powered by Disqus