wawancara

Islam tidak antisejarah

"Itu amat disayangkan, apalagi mereka memakai nama Islam. Islam tidak seperti itu," kata Nayif al-Fayiz.

08 Mei 2015 07:01

Dikelilingi sejumlah pejabat dan pengawal, Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Yordania Nayif al-Fayiz berjalan menyusuri kota kuno Petra, dalam bahasa Arab disebut Al-Bitra.

"Saya sudah 40 kali ke Petra," kata Fayiz, bersetelan safari coklat muda, kepada Albalad.co. "Perlu tiga hari untuk mengelilingi seluruh Petra."

Dia memastikan Petra aman dari ancaman ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah menghancurkan situs-situs bersejarah dan kota kuno di Irak serta Suriah.

Berikut penuturan Nayif al-Fayiz kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Kapan kota kuno Petra ditemukan?

Kota kuno ini ditemukan oleh ahli purbakala asal Swiss 200 tahun lalu ketika dia sedang mencari makam Nabi Harun.

Berapa luas Petra?

Luasnya sekitar 240 kilometer persegi.

Berapa lama untuk mengelilingi Petra?

Anda perlu tiga hari buat mengelilingi Petra (seraya tertawa).

Apa agenda Anda ke Petra?

Saya ingin memantau situasi di Petra.

Sudah berapa kali Anda ke Petra?

40 kali.

Kenapa perbedaan harga tiket masuk antara pelancong asing dan orang Yordania besar sekali?

Kami biasanya berusaha untuk menggratiskan tiket masuk bagi warga Yordania. Jadi kami bisa mendorong mereka untuk lebih sering mengunjungi Petra.

Ketika ISIS menghancurkan kota kuno di Irak dan Suriah, apakah Anda khawatir Petra juga bakal menjadi sasaran?

Kami tidak merasa terancam oleh ISIS. Kami di sini aman.

Apa komentar Anda soal ISIS menghancurkan situs-situs bersejarah di Irak dan Suriah?

Itu amat disayangkan, apalagi mereka memakai nama Islam. Islam tidak seperti itu.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.

Dr Shaza al-Mahdi, a Sudanese political activist who lives in the US. (Dr Shazad al-Mahdi for Albalad.co)

Sudan may turn into civil war if Al-Bashir takes the agressive route

"Al-Bashir can not even provide meals for the thousands revolutionists in his detentions," said Dr Shaza. "For the first time in history, they are asking families to bring food to the prisoners." .

Khalid Umar, the Secretary General of the Sudanese Congress Party, during a demonstration in Khartoum, Sudan. (Khalid Umar for Albalad.co)

This revolution driven by the demands of the Sudanese people

"It is always the right time to claim your freedom and dignity," said one of the leader of the opposition group.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

Sudan may turn into civil war if Al-Bashir takes the agressive route

"Al-Bashir can not even provide meals for the thousands revolutionists in his detentions," said Dr Shaza. "For the first time in history, they are asking families to bring food to the prisoners." .

24 Februari 2019

TERSOHOR