wawancara

Dr Irfan al-Alawi (3)

Ideologi ISIS lebih ekstrem dari Wahabi

Menurut Dr Irfan al-Alawi, pengikut ISIS tidak pantas disebut sebagai muslim.

15 Mei 2015 15:51

Saban kali mendengar kata ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), kebanyakan orang bakal merasa ngeri. Mereka membayangkan hukuman pancung, potong tangan, rajam, atau melempar seseorang dari ketinggian atas nama syariat Islam.

Bahkan kaum muslim sendiri tidak suka dengan aturan hukum diberlakukan milisi bikinan mendiang pentolan Al-Qaidah Abu Musab al-Zarqawi itu. Menurut Dr Irfan al-Alawi, Direktur Eksekutif the Islamic Heritage Research Foundation, lembaga berkantor di Ibu Kota London, Inggris, ISIS telah menghancurkan citra Islam.

Dia menjelaskan Islam mengajarkan dalam berperang tidak boleh membunuh warga sipil dari komunitas muslim atau non-muslim, melukai perempuan dan anak-anak. "Kita tidak boleh menghancurkan tempat ibadah atau lokasi-lokasi dikeramatkan," kata doktor bidang teologi Islam ini. "Tapi ISIS melakukan semua kejahatan ini, berarti mereka bukan pengikut Islam. Mereka tidak pantas disebut sebagai muslim."

Berikut penjelasan Dr Irfan al-Alawi saat dihubungi Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui WhatsApp pekan lalu.

Kenapa ISIS mampu menarik banyak jihadis asing dari seluruh dunia?

Saya pikir orang-orang itu telah dicuci otaknya oleh ISIS untuk bergabung dengan mereka. Para jihadis itu merasa ISIS tengah melaksanakan jihad dan menilai milisi ini berada di jalur benar. Padahal ideologi dipakai ISIS adalah Wahabi dan jihadis-jihadis asing ini merasa apa yang dilakukan ISIS itu tidak keliru.

Tentu saja kekejaman dilakukan ISIS dengan membunuh orang-orang tidak bersalah, baik itu muslim atau non-muslim, melanggar ajaran Islam.

Kenapa Anda mengatakan ideologi ISIS cerminan dari paham Wahabi?

Karena Wahabi serupa dengan ideologi dipakai ISIS. Ketika (pasukan Bani Saud berpaham Wahabi) menyerbu Basrah, Irak, ratusan tahun lalu, mereka merusak sebagian besar tempat-tempat dikeramatkan, termasuk saat memasuki Makkah dan Madinah. Mereka menghancurkan situs-situs bersejarah Islam.

Perilaku ini mirip dengan yang dilakoni ISIS di Suriah, Irak, dan tempat lain, yakni menghancurkan tempat-tempat disucikan kaum sufi.

Tapi ISIS beralasan menghancurkan lokasi-lokasi keramat itu buat menghindari kaum muslim dari perbuatan syirik?

Itulah yang dipercaya oleh kaum Wahabi dan para pengikutnya. Namun ISIS telah bertindak jauh melebihi Wahabi karena ISIS membunuhi orang-orang Islam juga, bukan hanya kaum non-muslim. Ideologi dipakai ISIS lebih ekstrem dibanding Wahabi berpusat di Arab Saudi.

Tapi ISIS menyatakan semua hukuman mereka terapkan memiliki dasar dalam Islam, seperti pembakaran terhadap pilot Yordania Muaz al-Kasasbih?

Bila kita menengok ke belakang, tidak ada satu kahlifah pun - Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali - membunuh orang-orang tak berdosa. Bahkan Nabi Muhammad pun ketika kembali menguasai di Madinah, dia membiarkan orang-orang Yahudi tetap hidup damai dan aman. Rasulullah tidak mengusir mereka.

ISIS bukanlah sebuah khilafah. Khilafah hanya bisa terbentuk dengan diterima oleh sebagian besar umat Islam di seluruh dunia. ISIS bukanlah gerakan kebangkitan Islam. ISIS adalah gerakan kebencian melawan Islam, kaum Sunni, Kristen, dan lainnya.

Jadi semua hukuman diterapkan ISIS, seperti pancung bagi pembunuh, amputasi untuk pencuri, dan rajam buat penzinah, tidak cocok lagi diberlakukan saat ini?

Hukuman itu hanya cocok bagi para teroris dan para pelaku penyiksaan karena itu untuk menghentikan kelompok ekstremis seperti ISIS.

Islam mengajarkan dalam berperang tidak boleh membunuh warga sipil dari komunitas muslim atau non-muslim, melukai perempuan dan anak-anak. Kita tidak boleh menghancurkan tempat ibadah atau lokasi-lokasi dikeramatkan. Tapi ISIS melakukan semua kejahatan ini, berarti mereka bukan pengikut Islam. Mereka tidak pantas disebut sebagai muslim.

Artinya hukuman pancung, rajam, dan amputasi diterapkan ISIS tidak islami?

Ya, karena mereka menerapkan sendiri hukuman itu sesuai aturan mereka, bukan mengikuti syariat Islam. Ada banyak kebijaksanaan buat melaksanakan hukuman-hukuman itu di masa lalu. Mesti ada saksi dan harus mempelajari dulu kasusnya.

Contohnya, khalifah Umar bin Khattab mencabut hukum potong tangan saat Madinah dibekap kekeringan. Dia beralasan banyak pencuri ketika itu terpaksa karena mereka kelaparan.

Bisakah kita simpulkan ISIS telah merusak citra Islam?

Tentu saja. Saya pikir ISIS sudah menghancurkan citra Islam dengan melakukan penyiksaan terhadap muslim dan non-muslim. Islam itu adalah agama damai.

Jadi ideologi ISIS itu ekstremisme dan terorisme?

ISIS itu bukan bagian dari Islam. Apapun alasan mereka, ISIS itu telah melanggar ajaran Islam dan para pengikutnya bukan lagi muslim.

Apakah Anda masih yakin khilafah itu masih penting?

Saat ini kita memiliki kepemimpinan lemah dalam dunia Islam. Kita tidak memiliki satu pemimpin pun taat terhadap hukum Islam. Sekarang ini tidak ada satu pun namanya negara Islam. Kita memmang perlu khalifah tapi kita tidak bisa memutuskan siapa pantas menjadi khalifah.

Kita sedang menunggu datangnya Imam Mahdi. Dia akan dipilih oleh Allah dan Rasulullah untuk memimpin dan mengembalikan kejayaan umat Islam.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Tiina Jauhiainen and Sheikha Latifa, the daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, were in her escape from UAE on February 24th, 2018. (Tiina Jauhiainen for Albalad.co)

Sheikha Latifa tried to escape because she wants to have a normal life

Tiina was detained in a secret prison for two weeks because she helped the daughter of Dubai emir to escape from her country.

Elie Trabelsi, a Tunisian Jews politician. (Elie Trabelsi for Albalad.co)

I protect the Jewish community because it is a minority

"The link of the Tunisian Jews with Tunisia is very strong. Tunisia is known for its tolerance, Jews and Muslims have always coexisted together," said Elie Trabelsi.

Adolf bin Prince Faisal bin Turki bin Abdullah al-Saud. (Albalad.co)

I want to get my status as the son of a Saudi prince

Adolf will go to the European Highest Court in Brussels to prove he is the son of Prince Faisal bin Turki from Saudi Arabia.





comments powered by Disqus