wawancara

Kami punya alat tukar tawanan dengan Israel

“Kami berencana menjadikan keduanya sebagai alat tukar untuk membebaskan tahanan-tahanan Palestina di penjara Israel," kata Ahmad Yusuf.

10 Juli 2015 09:04

Kementerian Pertahanan Israel kemarin membenarkan dua warga sipilnya masih ditawan di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan tertulis Kementerian Pertahanan menyebut Avraham Mengisto, 29 tahun, ditawan Hamas di Gaza. Dia menyeberang perbatasan dengan berjalan kaki September tahun lalu. Tawanan kedua adalah lelaki keturunan Arab, namun tidak ada rinciannya, seperti dilansir surat kabar the Independent.

Tapi hingga setahun setelah Perang Gaza itu selesai, Israel belum mengakui ada dua tentaranya ditawan Hamas. Mereka adalah Shaul Oron dan Hadar Goldin.

Kenyataan ini jelas aib bagi negara Zionis itu. Meski mereka berhasil meluluhlantakkan Gaza dan membunuh lebih dari dua ribu orang, kebanyakan penduduk sipil, penawanan dua serdadu itu merupakan kekalahan.

Sebab nilai dua prajurit Israel itu amat besar. Sebagai perbandingan, ketika Hamas membebaskan Kopral Gilad Shalit, sebagai balasan Israel melepaskan 1.027 tahanan Palestina.

Kepada Albalad.co Agustus tahun lalu, Ahmad Yusuf membenarkan Oron dan Goldin memang dalam sekapan Hamas. Keduanya bakal dijadikan alat pertukaran tawanan dengan Israel.

Berikut penjelasan penasihat mantan Perdana Menteri Ismail Haniyah ini saat dihubungi Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui telepon selulernya.

Apakah benar Hamas menawan dua mayat tentara Israel?

Kami memang menawan dua serdadu Zionis, Shaul Oron dan Hadar Goldin. Mereka kini berada di sebuah tempat dirahasiakan.

Shaul Oron apakah masih hidup atau sudah tewas seperti diklaim Israel?

Ini persoalan sensitif. Tidak pernah ada yang menanyakan apakah Shaul Oron masih hidup atau sudah mati. Pastinya, kami menawan dia.

Apakah kedua tentara Israel itu, hidup atau mati, bakal dijadikan alat tukar dengan tahanan Palestina?

Ya, kami berencana menjadikan keduanya sebagai alat tukar untuk membebaskan tahanan-tahanan Palestina di penjara Israel. Kedua serdadu Israel itu sangat bernilai.

Jika Israel menolak semua syarat gencatan senjata diminta Hamas, apakah Hamas siap bertempur lagi?

Semua tuntutan kami, termasuk mengakhiri blokade untuk Gaza, adalah hak bangsa Palestina. Tuntutan itu tidak bisa dikompromikan. Jika Israel menolak, kami siap memulai pertempuran baru dengan Israel. Bila mereka menyepakati permintaan kami, kami juga tetap melanjutkan perjuangan hingga bangsa dan wilayah kami bebas dari penjajahan Israel.

Apakah semua pemimpin senior Hamas di Gaza, termasuk Mahmud Zahar dan Ismail Haniyah, aman?

Alhamdulillah, mereka dalam keadaan baik-baik saja. Mereka berada dalam tempat aman dan tidak bisa dijangkau oleh serangan udara Israel.

Maksud Anda mereka bersembunyi dalam bunker?

Saya tidak bisa mengatakan di mana mereka berlindung. Yang jelas mereka semua sehat.

Tiina Jauhiainen and Sheikha Latifa, the daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, were in her escape from UAE on February 24th, 2018. (Tiina Jauhiainen for Albalad.co)

Sheikha Latifa tried to escape because she wants to have a normal life

Tiina was detained in a secret prison for two weeks because she helped the daughter of Dubai emir to escape from her country.

Elie Trabelsi, a Tunisian Jews politician. (Elie Trabelsi for Albalad.co)

I protect the Jewish community because it is a minority

"The link of the Tunisian Jews with Tunisia is very strong. Tunisia is known for its tolerance, Jews and Muslims have always coexisted together," said Elie Trabelsi.

Adolf bin Prince Faisal bin Turki bin Abdullah al-Saud. (Albalad.co)

I want to get my status as the son of a Saudi prince

Adolf will go to the European Highest Court in Brussels to prove he is the son of Prince Faisal bin Turki from Saudi Arabia.

An Israeli archeologist Zachi Dvira (Albalad.co)

For safety, Jewish worshippers should pray five meters from the Western Wall

Many of the stones have cracks and pieces could fall appart. .





comments powered by Disqus