wawancara

David Abraham (1)

Saya tidak menyesal menjadi orang Yahudi

"Dalam Al-Quran dan Alkitab pun orang Yahudi disebut sebagai bangsa pilihan," kata David Abraham.

09 Oktober 2015 09:31

Sebagian kaum muslim meyakini orang Yahudi itu licik, tidak bisa dipercaya. Anggapan ini berdasarkan tafsir atas sebuah ayat dalam Al-Quran menyatakan, "Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rida hingga kalian mengikuti ajaran mereka."

Meski jelek dalam pandangan banyak orang Islam, diperparah lagi oleh konflik Palestina-Israel tidak kunjung berakhir, David Abraham, pengacara berdarah Yahudi, menegaskan tidak semua orang Yahudi itu jahat. Karena itu dia tidak menyesal dilahirkan sebagai orang Yahudi.

Saking bersyukurnya, bila ada pilihan dia tetap ingin dilahirkan sebagai orang Yahudi. "Dalam Al-Quran dan Alkitab pun orang Yahudi disebut sebagai bangsa pilihan," kata Abraham. Lelaki 60 tahun ini kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari ayah dan ibu Yahudi asal Baghdad, Irak. Dia kini tinggal di Jakarta.

Semua orang tidak bisa memilih dilahirkan dari orang tua beretnik atau beragama apa. Karena itu, tidak adil kita membenci atau memusuhi orang hanya lantaran berbeda latar agama, ras, dan budaya.

Berikut penjelasan ayah beranak dua ini saat dihubungi Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui WhatsApp Rabu malam lalu.

Apakah Anda menyesal menjadi orang Yahudi?

Saya tidak menyesal menjadi orang Yahudi. Saya bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada saya. Saya juga bersyukur dilahirkan di Indonesia.

Tapi menjadi orang Yahudi tinggal di Indonesia bukannya menakutkan karena sentimen anti-Yahudinya tinggi?

Saya sejak lahir tidak pernah mengalami hal menakutkan. Kebanyakan kawan dekat saya muslim dan saya berhubungan mesra dengan mereka. Istri saya dan keluarganya juga muslim.

Apa yang membuat Anda bersyukur menjadi orang Yahudi?

Karena itu yang diberikan Tuhan buat saya, apapun itu.

Apa kelebihan orang Yahudi dibanding etnik lain?

Saya rasa semua etnik ada kelebihan dan kekurangan. Ujungnya kepada pribadi masing-masing orang. Kalau kita lihat sesuai penelitian, ada yang berkesimpulan etnik Yahudi lebih cerdas.

Kalau boleh memilih, apakah Anda ingin dilahirkan kembali sebagai orang Yahudi atau etnik lain?

Sebagai Yahudi. Dalam Al-Quran dan Alkitab pun orang Yahudi disebut sebagai bangsa pilihan.

Bisa Anda jelaskan perbedaan cara pandang dan perlakuan orang Indonesia terhadap orang Yahudi dulu dan sekarang?

Bangsa Indonesia adalah bangsa multi ras, multi agama, dan multi suku. Saya melihat perlakuan terhadap saya sebagai keturunan Yahudi selalu baik dan tidak pernah mengalami diskriminasi.

Kalau kita melihat sejarah, orang Yahudi justru lebih didiskriminasi di Eropa, khususnya jerman, di mana enam juta orang Yahudi dibantai.

Apa kenangan manis semasa kecil sebagai anak Yahudi?

Bermain dengan teman-teman sewaktu di Surabaya.

Jadi Anda berbaur dengan anak pribumi dan keturunan lainnya?

Ya.

Apakah mereka tahu Anda anak orang Yahudi dan bagaimana tanggapan orang tua mereka?

Mereka tahu dan tidak pernah ada masalah. Bahkan mereka tertarik untuk mengetahui sejarah bagaimana saya bisa lahir di Indonesia.

Apakah memang komunitas Yahudi di Surabaya waktu itu hidup berbaur?

Benar, komunitas Yahudi sudah berbaur.

Kebanyakan orang Yahudi di Surabaya berasal dari mana?

Asal dari nenek moyang di Baghdad, Irak.

Apa saja nama marga mereka?

Abraham, Sassoon, Mussry, Sayers, Joshua, Isaac, Moses.

Bisa Anda jelaskan mengenai latar belakang orang tua Anda?

Ayah saya lahir di Surabaya dan ibu saya lahir di Singapura. Mereka hijrah ke Surabaya pada 1949. Orang tua mereka lahir di Baghdad.

Kenapa orang tua Anda pindah ke Amerika Serikat?

Awalnya sekolah pada 1976 kemudian kembali ke Surabaya pada 1983. Di 2005 orang tua memutuskan pindah ke Amerika karena dukungan pemerintah di sana kepada manusia lanjut usia lebih bagus, termasuk layanan kesehatan gratis. Komunitas Indonesia di sana sangat besar.

Sejak kapan komunitas Yahudi di Surabaya berpencar?

Sejak 1980. Banyak yang pindah ke Jakarta, Bali, bahkan ada yang ke Singapura. Surabaya kurang mendukung dari sisi bisnis.

Ketika Anda menikah dengan perempuan muslim, apakah ada penolakan dari masing-masing keluarga?

Tidak ada. Kan, sama-sama ahlul kitab.

Apakah Anda menikah dengan tata cara Islam atau Yahudi?

Kami menikah di catatan sipil.

Apakah Anda masuk islam?

Tidak. Saya masih memeluk agama Yahudi.

Kenapa Anda memilih menikah dengan gadis non-Yahudi?

Karena saya jatuh cinta dengan gadis Jawa.

Guma al-Gamati, a Libyan politician who heads Taghyeer Party. (Albalad.co)

Qaddafi family has no more influence in Libya

"They have right one day to come back and to live in their own country peacefully as long as they don't make any trouble at all," said Gamati.

Mural of a 16 year old boy who were arrested in Hebron after protesting Trump recognition. (Twitter)

Muslim leaders do not work enough to protect Jerusalem

"Their reaction is not suitable, it is less than what anyone expects from them to support Jerusalem," said Abir.

Menachem Klein, professor in political sciences at Bar Ilan University, Israel, poses with the background of the image of  Al-Aqsa in Borobudur Hotel, Jakarta, December 15, 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

The next Saudi king will be a trouble maker

Iran is the main reason for Saudi to get closer with Israel.

Adolf Derestepanian, the son of Prince Faisal bin Turki bin Abdullah al-Saud. (Adolf bin Faisal bin Turki for Albalad.co)

Prince Faisal bin Turki does not want to recognize me as his son

"My mother said to him, 'if you hear the name of Adolf, you have to remember that you have a child in Lebanon,'" said Adolf





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

Qaddafi family has no more influence in Libya

"They have right one day to come back and to live in their own country peacefully as long as they don't make any trouble at all," said Gamati.

25 Februari 2018

TERSOHOR