wawancara

Tahir Nunu (1)

Kami tidak bisa menunggu hingga Israel membagi dua Al-Aqsa

Intifadah ketiga mesti berlangsung sampai penjajahan Israel berakhir.

16 Oktober 2015 23:45

Dimulai dari serbuan Israel berkali-kali ke Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam di Yerusalem, kekerasan meluas ke seluruh Tepi Barat. Hingga akhirnya sepasang suami istri warga Israel ditembak mati awal bulan ini.

Bentrokan terus memuncak, sampai akhirnya pemimpin Hamas Ismail Haniyah sehabis salat Jumat pekan lalu mengumumkan intifadah ketiga telah dimulai.

Intifadah pertama bergulir sejak 1987 dan diakhiri dengan Perjanjian Oslo pada 1993. Tujuh tahun kemudian, pecah intifadah kedua dan berakhir lewat penarikan mundur pasukan dan permukiman Israel dari Jalur Gaza.

Menurut Tahir Nunu, penasihat Ismail Haniyah, intifadah ketiga harus terus berlaku sampai penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina berakhir. Berikut penjelasannya dalam wawancara khusus dengan Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui WhatsApp malam ini.

Apakah benar intifadah ketiga sudah dimulai, seperti diumumkan pemimpin Hamas Ismail Haniyah sehabis salat Jumat pekan lalu?

Intifadah ketiga telah dilancarkan rakyat Palestina di Tepi Barat untuk membalas agresi Israel ke Masjid Al-Aqsa. Juga sebagai respon atas serangan dilakukan para pemukim Yahudi saban hari.

Intifadah pertama berlangsung sejak 1987-1993, yang kedua selama 2000-2005. Menurut para pemimpin Hamas, bakal berapa tahun intifadah ketiga berjalan?

Intifadah ini semestinya terus berlangsung hingga tujuan bangsa Palestina tercapai, yakni berakhirnya penjajahan Israel dan berhentinya serbuan atas Masjid Al-Aqsa.

Rencana para pemimpin Hamas adalah melanjutkan intifadah ini dengan segala cara.

Apakah para pemimpin Hamas sudah mempertimbangkan sekaranglah saat tepat buat meletupkan intifadah ketiga?

Rakyat Palestina telah memutuskan buat melaksanakan intifadah ini karena memang ada alasan nyata untuk itu. Kami harus menyokong intifadah itu dan melakukan segala hal untuk mencapai tujuannya.

Kami sadar situasi di kawasan Timur Tengah sedang bergolak, tapi kami tidak bisa menunggu sampai penjajahan Israel membagi dua Al-Aqsa.

Marwan Barghuti bilang akhir dari penjajahan adalah awal dari perdamaian. Apakah menurut pimpinan Hamas, pernyataan Barghuti itu berarti tidak perlu menciptakan situasi tenang dengan Israel?

Pesan itu bukan untuk kami, namun buat masyarakat internasional dan para pemimpin Israel.

Intifadah telah menyebar hingga ke Gaza. Apakah Hamas memperkirakan bakal ada perang baru dengan Israel?

Semua perang selama ini sudah kami lakoni hanya untuk membela rakyat kami. Jika penjajah Israel ingin melancarkan perang baru, kami juga harus membela rakyat kami di Gaza.

Jadi Hamas siap berperang lagi menghadapi Israel?

Kami selalu siap melawan penjajah.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Tokoh senior Hamas terinfeksi Covid-19

Mahir Salah terkena Covid-19 setelah bertemu sejumlah pasien menderita virus itu.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pengakuan anggota Hamas membelot ke Israel

Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mata-mata Gaza

Dua putra pemimpin Hamas juga ada yang menjadi informan Israel.

Suasana dalam terowongan menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza di perbatasan Rafah, 21 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas akui satu anggotanya membelot ke Israel

Para pejabat Hamas mengklaim awal bulan ini, mereka telah membekuk jaringan informan Israel di Gaza ingin melancarkan sabotase.





comments powered by Disqus