wawancara

Jonathan Medved (1)

Israel bisa mengajari Indonesia banyak hal bermanfaat

"Negara kami (Israel) saat ini adalah kekuatan terbesar di sektor perusahaan rintisan," kata Jonathan Medved kepada Albalad.co.

13 November 2015 12:52

Dia tadinya dosen sejarah di Israel hingga ayahnya, ilmuwan di bidang fiber optik, menyadarkan dirinya. "Kamu sudah membuang waktumu. Lebih baik melakoni hal produktif," kata Jonathan Medved mengenang perkataan ayahnya itu. Dia kemudian bergabung ke dalam perusahaan keluarga bergerak di bidang teknologi informasi.

Setelah matang di dunia bisnis, Februari 2013, dia membangun OurCrowd, perusahaan ekuitas dibikin untuk sekelompok investor terakreditasi buat menyediakan modal patungan bagi perusahaan-perusahaan rintisan di tahap awal.

Medved mendirikan perusahaan ini bareng Steven Blumgart, sebelumnya bekerja untuk Glencore International. Perusahaan berkantor pusat di Yerusalem iniĀ  memiliki cabang di San Diego dan New York (Amerika Serikat), Sydney (Australia).

Hanya dalam setengah tahun, OurCrowd mampu menanamkan US$ 18 juta di 18 perusahaan. OurCrowd terus berkembang dan saat ini mengurus 30 perusahaan rintisan.

Medved ingin menularkan kesuksesannya kepada Indonesia. Dia ingin membantu mengembangkan perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi di sini. Karena itulah dia datang untuk pertama kalinya pekan ini. Selain untuk menghadiri peluncuran buku Start-Up Nation: Kisah Keajaiban Ekonomi dan Inovasi Israel karya Dan Senor dan Saul Singer, dia juga bertemu komunitas rintisan.

Rabu malam lalu, di sebuah tempat tongkrongan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Medved dengan ramah menerima Albalad.co. Lelaki berbadan tinggi dan tambun ini bersedia diwawancarai soal masa depan rintisan di Indonesia seraya berdiri menjelang acara peluncuran buku itu.

Berikut penjelasan Jonathan Medved kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Menurut Anda, bagaimana masa depan perusahaan rintisan di Indonesia?

Saya pikir Indonesia adalah pasar sangat besar, berkembang cepat lewat modernisasi dan transformasi. Yang saya temukan di komunitas rintisan Indonesia adalah semangat, kegembiraan, dan ambisi sama untuk maju bersama dunia.

Tidak diragukan lagi, dalam pikiran saya Indonesia akan menggerakkan sebuah lautan perusahaan rintisan sangat penting dan menarik. Yang akan terjadi adalah bakal ada lompatan generasi beberapa dasawarsa. Indonesia tidak akan berbeda lagi dengan Lembah Silikon, New York, dan Tel Aviv. Indonesia akan memiliki generasi muda keren dan mimpi serupa dengan anak-anak muda di sana.

Masalahnya adalah kecukupan modal, infrastruktur, dan investor. Saya pikir yang hilang adalah pendanaan ramai-ramai (crowd funding). Yang Indonesia perlu lakukan adalah membawa kekuatan modal massal ke Indonesia untuk mendukung perusahaan-perusahaan rintisan.

Crowd founding sudah datang ke sini (Indonesia). Crowd funding merupakan salah satu inovasi terpenting dalam pendanaan investasi. Kami mulai membuka kantor di sejumlah negara. Kami bakal membuka kantor di Singapura untuk menangani seluruh kawasan Asia.

Kami bisa membawa pendanaan investasi dalam jumlah sangat besar, bahkan untuk di luar kawasan ini. Para investor akan datang ke sini. Nantinya akan menjadi sebuah komunitas global. Tidak akan ada lagi istilah, kota, negara, atau kawasan. Isunya akan global, mengenai persoalan alam, seperti makanan, air, polusi, pendidikan, keamanan. Semua masalah ini bakal diselesaikan bersama.

Apa misi Anda datang ke Indonesia?

Saya ingin menceritakan soal negara saya, Israel. Sebagian besar orang Indonesia tidak tahu tentang Israel, kebanyakan cuma menonton di televisi atau membaca di surat kabar.

Negara kami (Israel) saat ini adalah kekuatan terbesar di sektor perusahaan rintisan. Kami sangat memahami bagaimana mengubah dunia dari dasar. Kami merupakan negara rintisan sejak permulaan. Kami kira kami mempunyai banyak hal untuk belajar dari Indonesia soal masalah-masalah tengah dihadapi negara Anda.

Kami juga mempunyai banyak hal bermanfaat untuk diajarkan kepada Indonesia. Kami ingin mengajari Indonesia bagaimana menumbuhkan rintisan dan kami ingin kita membangun perusahaan-perusahaan rintisan bareng.

Apakah Anda sudah meneken kontrak bisnis dengan pemerintah atau pengusaha Indonesia?

Belum, ini adalah lawatan pertama saya ke Indonesia. Saya kira saya baru tiga jam di sini (tertawa). Saya ingin bertemu para pengusaha Indonesia dan membahas soal kerja sama, saya juga gembira sekali akan bertemu komunitas perusahaan rintisan malam ini. Saya ingin mendapat kesan bagaimana keadaan di Indonesia.

Bagaimana kesan Anda soal iklim rintisan di Indonesia?

Saya tidak tahu kondisi di lapangan. Yang mesti kita ketahui adalah bila ingin melakoni bisnis di negara lain, kita mesti melakukan dengan rekan bisa dipercaya. Saya tidak akan melakukan kebodohan dengan datang kemari sendirian untuk mencari tahu. Situasi di sini rumit (tertawa).

Karena itu saya butuh aturan. Saya memerlukan seseorang untuk mengajari saya dan kami akan bekerja sama dengan pengusaha di sini.

Tapi sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, kehadiran Israel di negara ini selalu sensitif. Bagaimana komentar Anda?

Saya pikir itu alamiah saja tapi kami telah melakukan banyak hal baik. Kami memimpin dunia dengan teknologi air. Bagaimana menggunakan air secara cerdas. Kami terdepan di dunia dalam teknologi pertanian. Kami paling unggul soal energi bersih. Kami terdepan dalam urusan layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil dan bagaimana membikin orang kaya.

Kami sangat maju soal keamanan dunia maya. Kami juga paling canggih di bidang transportasi dan aplikasinya. Bagaimana mencari jalan dan mengetahui kemacetan. Aplikasi senilai miliaran dolar itu bikinan Google, perusahaan asal Israel.

Jadi ini merupakan hal-hal bisa kita lakukan bersama. Kami ingin memahami persoalan Indonesia sehingga kita bisa bekerja sama membangun negara ini.

Adalah gagasan hebat untuk datang ke Indonesia di mana kami ingin menanam modal di sini. Dan merupakan ide keren membawa para investor Israel ke Indonesia untuk menolong dan membikin semua orang di sini senang.

Apakah sudah ada undangan dari pemerintah buat Anda untuk membahas soal membangun rintisan?

Sejauh ini belum ada pembahasan dengan pemerintah. Saya pekan ini ikut dalam sebuah panel di Singapura dengan sejumlah pejabat keamanan Indonesia. Mereka sedang mencari pendanaan investasi (crowd funding). Kami sangat senang membicarakan masalah itu dengan mereka.

Apa yang ingin dibikin para pejabat keamanan Indonesia itu?

Mereka ingin membangun perusahaan rintisan di bidang keamanan. Mereka membutuhkan dana.

Sektor mana paling penting di Indonesia untuk membangun perusahaan rintisan?

Saya pikir pertanian. Generasi selanjutnya perlu pangan dan perusahaan rintisan bakal membantu meningkatkan hasil panen dan keuntungan. Dan Israel memiliki teknologi terbaik di dunia di sektor pertanian. Kami sudah mengajarkan tektnologi pertanian di Vietnam, Kamboja, dan seluruh kawasan. Kami juga mau mengajarkan hal ini kepada Indonesia.

Bagaimana soal perubahan iklim karena kebakaran hutan di Indonesia sudah menjadi musibah tahunan?

Sangat banyak hal dan isu perubahan iklim adalah persoalan global. Jadi kami merasa banyak hal bisa dikerjakan bersama antara Israel dan Indonesia. Indonesia negara luar biasa, wilayahnya sangat luas, rakyatnya sangat hangat dan ramah. Rakyat Indonesia lapar akan teknologi, jadi kami ingin bekerja sama dengan Indonesia.

Apa mimpi Anda dengan OurCrowd?

Mimpi saya adalah membikin sebuah sistem global untuk pendanaan perusahaan rintisan. Sehingga ini bakal menjadi gagasan bagus di mana saja. Bali, Singapura, Tel Aviv, Lembah Silikon, New York, atau Santiago akan mampu mencari pendanaan lewat Internet. Para investor di mana pun mereka berada akan mampu menemukan perusahaan-perusahaan rintisan hebat. Itulah mimpi saya.

Alireza Jafarzadeh, the Deputy Director of the National Council of Resistance of Iran in Washington. (Albalad.co)

The fall of the mullah regime in Iran is just a matter of time

In the case of Iran, once the overthrow of the regime becomes a reality, that would mean that the epicenter of Islamic extremism and terrorism is eliminated. So, only better days are ahead of us.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Indonesia in need of technology from Israel

"All countries in the world need Israel with different technologies, like in agriculture, cyber security, etc," said Ayub Kara.

A new book by author Dr. Menachem Klein, professor of political science at Bar-Ilan University, Israel. (Amazon.com)

Abbas is a subcontractor of Israel to rule the West Bank

Dr. Menachem Klein has just launched his new book that compares Arafat and Abbas.

Roy Grant berpose dengan tempe bikinanannya. Dia adalah pengrajin tempe satu-satunya di Israel. (Roy Grant buat Albalad.co)

I am the only producer of tempe in Israel

People here don't know much about Indonesia because our countries have no official relations, so Israelis don't travel there," said Roy Grant.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

The fall of the mullah regime in Iran is just a matter of time

In the case of Iran, once the overthrow of the regime becomes a reality, that would mean that the epicenter of Islamic extremism and terrorism is eliminated. So, only better days are ahead of us.

24 November 2019

TERSOHOR