wawancara

Soedomo Mergonoto (1)

Tahun depan kami serius jajaki pasar kopi di Timur Tengah

Kapal Api berencana membuka kantor di Dubai.

28 November 2015 08:51

Seperti nama dan logonya, Kapal Api sudah menjelajah ke seantero tanah air. "Kami menguasai 60 persen pasar kopi di dalam negeri," kata Direktur Utama PT Kapal Api Soedomo Mergonoto.

Bermula dari industri rumahan pada 1927 di Jalan Panggung nomor 9, Surabaya, Jawa Timur, Go Soe Loet mulai mengembangkan bisnis kopi. Perintis bisnis kopi di Indonesia ini memilih nama Kapal Api. Alasannya waktu itu kapal api merupakan alat transportasi laut paling inovatif dan modern, membawa harapan baru bagi kemanusiaan dalam dunia perdagangan.

Kapal Api terus berlayar dan ingin serius memasuki pasar di Timur Tengah. Berikut penjelasan Soedomo Mergonoto kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co Kamis lalu saat ditemui di kantornya di kawasan Jati Baru, Jakarta Pusat.

Sejak kapan kopi Kapal Api mulai merambah pasar Timur Tengah?

Kita sudah cukup lama masuk ke sana, terutama Arab Saudi, pada 1980-an. Ada orang dari Surabaya bawa ke Jeddah dan dipasarkan di sana. Mulai 2010 kita sudah mulai menjajaki. Kita ikut pameran di Jerman dan mendapat pembeli dari Dubai (Uni Emirat Arab), Iran, Libanon, Irak.

Selama ini berapa besar ekspor kopi Kapal Api ke Timur Tengah setahun?

Nggak banyak. Tahun ini kita dapat pesanan 25 kontainer saja. Mungkin kita tahun depan mau konsentrasi di Timur Tengah untuk meningkatkan ekspor kita.

Apakah 25 kontainer itu untuk Saudi saja?

Itu sudah termasuk Arab saudi, Iran, Irak, Dubai, Libanon.

Untuk Saudi sendiri, berapa penjualan kopi Kapal Api di sana per tahun?

Nggak banyak karena kita belum mengadakan promosi di sana. Hanya terbatas tenaga-tenaga kerja Indonesia membeli.

Penduduk di Timur Tengah kan kental dengan tradisi minum kopi. Kira-kira seberapa besar peluang kopi Kapal Api merebut celah pasar di kawasan itu?

Anak saya baru pulang dari Iran, Uni Emirat Arab, dan Qatar kira-kira dua minggu lalu untuk melihat peluang pasar di sana. Mungkin lumayan bagus cuma kita harus berpromosi di sana melalui iklan di televisi. Ini yang mau kita jajaki di Timur Tengah.

Memang kalau kita lihat pasar itu kita harus cari sendiri ke sana. Kita harus tahu selera mereka. Kalau di Arab Saudi kopi dicampur dengan kadamon, rempah semacam kapulaga. Aromanya itu keras sekali.

Kita lagi survei di Timur Tengah yang diinginkan kopi apa? Kita juga berencana membuka kantor cabang di Dubai. Ini sedang kita jajaki.

Menurut saya, pasar paling potensial di kawasan Teluk Persia karena daya beli negara Arab di sana besar dan tidak ada gejolak politik serta keamanan?

Itu yang akan kita jajaki tahun depan.

Berapa modal bakal digelontorkan untuk ekspansi pasar ke Timur Tengah?

Kita belum tahu sebenarnya berapa besar. Kita akan meminta perusahaan konsultan, seperti Nielsen, untuk melakukan riset dan kami akan beli datanya. Saya juga akan meminta data dari kantor-kantor perwakilan Indonesia di Timur Tengah, tapi saya nggak tahu apakah mereka mempunyai data soal kopi.

Berapa volume ekspor kopi Kapal Api ke Timur Tengah?

Kecil sekali, nggak sampai dua persen dari total produksi kita. Tahun depanĀ  baru kita mulai fokus ke luar negeri.

Dua persen dari volume ekspor kopi Kapal Api, negara mana paling banyak menyerap?

Malaysia, bisa 25-30 kontainer tiap bulan. Sedangkan Timur Tengah tahun ini saja cuma 25-28 kontainer.

Berapa produksi kopi Kapal Api sebulan?

Kurang lebih 300 ton.

Apakah Kapal Api punya perkebunan kopi sendiri?

Ada di Toraja seluas seribu hektare. Kami juga melepas luwak di sana untuk menghasilkan kopi berkualitas bagus.

Kami kesulitan mencari pekerja untuk memetik kopi kalau panennya berbarengan dengan cengkeh.

Di mana lagi?

Cuma di sana saja.

Kenapa tidak bikin perkebunan kopi di Jawa?

Lahannya nggak ada.

Kenapa tidak di Kalimantan atau Sumatera?

Yang cocok itu di Sulawesi. Kalau di Sumatera kadang infrastrukturnya tidak mendukung.

Kopi Robusta itu ditanam di ketinggian 500 meter hingga seribu meter. Kalau Arabica di atas seribu meter.

Berapa besar dominasi kopi Kapal Api di dalam negeri?

Kami menguasai 60 persen pasar kopi di dalam negeri.

Juru bicara Taliban Suhail Syahin. (Suhail Syahin buat Albalad.co)

We want to establish a truely Islamic government in Afghanistan which is not like ISIS

"Daesh is a foreign phenomenon in Afghanistan and have foreign agenda. Their conduct with common people was brutal, killing them on mere suspicion while we consider ourselves as servants of our people, recruit from them and live among them," said Taliban spokesperson Suhail Syahin to Albalad.co.

Musa Abu Marzuq with the Prime Minister of Malaysia Mahathir Mohamad. (Albalad.co/Supplied)

All Israeli officials responsible for war crimes against Palestinians

"All of them assured that the Palestinian issue is the most important problem in the muslim world," said Abu Marzuq.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Hayat. (Lior Hayat buat Albalad.co)

Israel has no any obstacle to establish a diplomatic relationship with Indonesia

Indonesia's decision to conect its diplomatic relations with Israel with the conflict is their choice and does not contribute to resolving the conflict between Israel and the Palestinians.

Sausan al-Bahiti, the only opera singer in Saudi Arabia. (Sausan al-Bahiti for Albalad.co)

I am the only opera singer in Saudi Arabia

"Our own opera house is now under construction and a music academy as well, so it is really a great time for music and art to bloom in the country," said Sausan al-Bahiti.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

We want to establish a truely Islamic government in Afghanistan which is not like ISIS

"Daesh is a foreign phenomenon in Afghanistan and have foreign agenda. Their conduct with common people was brutal, killing them on mere suspicion while we consider ourselves as servants of our people, recruit from them and live among them," said Taliban spokesperson Suhail Syahin to Albalad.co.

30 Desember 2019

TERSOHOR