wawancara

Rabbi Ahron Cohen (1)

Berdirinya negara Israel sebuah tragedi

Menurut ajaran Yudaisme, Israel baru boleh memiliki negara jika Juru Selamat datang di akhir zaman.

16 Januari 2015 09:18

Gempa politik itu muncul November tahun lalu. Partai Likud dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengusulkan rancangan beleid menyatakan Israel sebagai negara Yahudi. Jika undang-undang ini disahkan, warga Arab di Israel makin terasing dan hak-hak dasar mereka bakal hilang.

Undang-undang Negara Yahudi itu secara hukum hanya akan mengakui Israel sebagai negara bagi bangsa Yahudi. Berdasarkan beleid itu, sistem hukum Israel mesti bersumber dari hukum Yahudi. Orang-orang keturunan Yahudi pun secara otomatis memiliki kewarganegaraan Israel bila balik ke negara Zionis itu. Semua hari libur nasional bakal dinyatakan sebagai hari libur suci Yahudi.

Karena menegaskan hak-hak seluruh warga negara mesti sesuai undang-undang, hanya orang Yahudi memiliki hak komunal. Sedangkan penduduk Arab Palestina – jumlahnya hanya seperlima dari total warga Israel – cuma memiliki hak sebagai individu bukan hak sebagai bangsa.

Alhasil, bila beleid rasis ini berlaku kian menegaskan orang Arab sebagai warga negara kelas dua. Kenyataannya, mereka selama ini sudah mendapat perlakuan berbeda dan tidak adil di semua sektor kehidupan.

Menteri Luar Negeri Avigdor Liberman lebih gila lagi. Dia mengusulkan uang insentif bagi warga Palestina menolak bersumpah setia bagi negara Israel dan memilih menjadi warga negara Palestina. Menurut dia, hadiah fulus itu bisa menyelesaikan persoalan dilematis dirasakan warga Israel keturunan Palestina selama ini.

Protes pun meletup. Presiden Reuven Rivlin dan mantan Presiden Shimon Peres termasuk yang menolak. Kabinet Netanyahu juga terbelah saat meloloskan rancangan undang-undang itu. Menteri Keuangan Yair Lapid dan Menteri Kehakiman Tzipi Livni tidak setuju. Sedangkan Naftali Bennett mengancam hengkang dari pemerintahan koalisi jika beleid anti-Arab itu gagal disahkan di Knesset (parlemen Israel).

Itulah memicu Netanyahu mempercepat pemilihan umum dan rencananya digelar Maret tahun ini.

Sejatinya, sedari awal ada orang-orang Yahudi menolak berdirinya Israel. Mereka tergabung dalam kelompok disebut Neturei Karta. Ini merupakan kelompok Yahudi orthodoks dibentuk pada 1935. Organisasi ini menolak Zionisme dan ingin negara Israel dibubarkan. Komunitas ini sekarang ada di sekitar Yerusalem, London, New York, dan Amerika Utara.

Ketika datang menghadiri konferensi bertajuk "60 Tahun Penjajahan Palestina" pada Mei 2008 di Universitas Indonesia, Rabbi Ahron Cohen, salah satu juru bicara Neturei Karta menegaskan, “Saya tidak pernah mau ke Israel. Saya juga tidak mau ke Palestina selama masih menjadi bagian Israel.”

Berikut penjelasan lelaki menolak menyebut umur dan jumlah anaknya ini kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co

Kenapa Anda menolak Zionisme?

Yudaisme dan Zionisme adalah dua hal berbeda. Yudaisme ialah sebuah agama dam cara hidup sudah ada selama 3.500 tahun. Salah satu filosofi dari ajaran kami adalah segalanya dikontrol oleh Tuhan Maha Kuasa.

Kami harus menerima perintah-perintah Tuhan. Salah satu perintah-Nya ialah kami telah diberikan tanah suci Palestina untuk hidup, namun dengan syarat-syarat tertentu. Kami harus memelihara standar etika, moral, dan agama. Jika kami tidak mau maka kami harus bersedia mengasingkan diri.

Sayangnya, standar-standar itu tidak dipelihara. Sejarah menunjukkan selama dua ribu tahun bangsa Yahudi menyebar ke seluruh dunia. Ajaran kami melarang kami membangun sebuah negara.

Sedangkan Zionisme adalah sebuah konsep baru muncul beberapa ratus tahun lalu dan dibuat oleh orang-orang Yahudi sekuler mengadopsi gagasan nasionalisme. Ini sangat bertentangan dengan pendekatan ajaran Yudaisme.

Zionisme memiliki ide mendirikan sebuah negara di Palestina meski mereka tahu sudah ada penduduk asli di sana. Mereka sengaja mengusir orang-orang Palestina. Sebenarnya juga telah ada warga Yahudi tinggal di sana sebelum gerakan Zionis timbul. Mereka hidup berdampingan secara damai dengan orang Palestina. Kami secara total menolak gagasan Zionisme.

Kenapa Zionisme lebih menarik bagi orang Yahudi?

Ketika gerakan Zionisme pertama kali muncul, hampir seratus persen orang Yahudi dan otoritas agama menolak Zionisme. Tapi setelah Perang Dunia Kedua berakhir, timbul persoalan banyaknya pengungsi. Zionis menggunakan isu itu untuk menarik para pengungsi tinggal di Palestina.

Ketika negara Israel berdiri pada 1948, para pengungsi menjadi tertarik dan terkesan akan ide nasionalisme. Bahkan beberapa pemuka agama Yahudi juga terpikat.

Apakah memang benar ada konsep tanah dijanjikan Tuhan bagi bangsa Yahudi?

Benar, hanya berdasarkan syarat sudah saya sebutkan tadi. Itu ada di dalam Taurat.

Di mana letak tanah dijanjikan itu?

Tanah suci Palestina, tapi itu tidak berlaku sekarang. Kami sekarang ditakdirkan untuk mengasingkan diri.

Sekarang Zionis makin berkuasa. Menurut Anda, Yudaisme telah gagal membendung pengaruh gerakan itu?

Zionis telah berhasil memikat banyak orang. Untuk mengatakan kami sudah gagal seolah kami sedang menghadapi ujian moral. Yang dapat kami katakan adalah banyak orang Yahdui gagal hidup berdasarkan standar baik lantaran mereka menerima Zionisme. Kami para Yahudi ortodoks terus mengajarkan ajaran-ajaran Yudaisme dan kami sangat tidak bersimpati dengan negara Zionis

Apakah Anda merasa malu karena agama Anda sudah dieksploitasi untuk menjajah bangsa lain?

Tentu saja. Anda meyakini orang-orang Zionis tidak percaya kepada Tuhan tapi mengatakan Tuhan telah memberikan kami tanah dijanjikan (seraya tertawa). Ini sangat berlawanan. Beberapa ajaran kami telah disalahartikan dan dieksploitasi.

Apa gagasan Anda untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel?

Idealnya satu negara bisa dibentuk dengan menghentikan segala kekerasan. Setelah itu, orang-orang Yahudi harus membiarkan orang-orang Palestina mendirikan negara dan membentuk pemerintahan. Jika orang Yahudi dibolehkan tinggal di sana, itu bagus. Bila tidak, kami harus keluar mencari tempat tinggal lain.

Mana lebih baik, solusi satu atau dua negara?

Lebih baik satu negara.

Tapi apakah itu mungkin?

Untuk saat ini, itu seperti mimpi. Yang harus diupayakan lebih dulu adalah perdamaian final antara kedua pihak. Dalam kepercayaan kami, Israel baru boleh memiliki negara jika Juru Selamat datang di akhir zaman.

Bagi Anda, apa arti hari lahir Israel ke-60?

Bagi kami itu sebuah tragedi karena keberhasilan immoralitas Zionisme. Tapi kami tidak akan kalah terhadap kejahatan itu. Bagi kaum Yahudi ortodoks kemerdekaan Israel adalah sebuah tragedi dan mereka berpuasa pada hari Nakbah. Kami harus berpuasa untuk membayar penderitaan rakyat Palestina dan dosa kami.

Jadi berdirinya negara Israel tidak sah?

Sama sekali tidak sah.

Peta penyebaran orang Yahudi di seluruh dunia. (the Economist)

Kebangkitan Yudaisme

Sebanyak 81 persen dari 13.580.000 orang yahudi di seluruh dunia tinggal di Israel dan Amerika Serikat.

Prasasti soal Kerajaan Himyar di Bir Hima, Arab Saudi. (You Tube)

Kerajaan Yahudi di tanah suci

Arab Saudi dulunya masuk wilayah Himyar, kerajaan Yahudi.

Anak-anak Yahudi Ethiopia. (tlvfaces.com)

Rasisnya rezim Zionis

"Negara ini rasis dari atas hingga bawah."

Pasukan Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas. (abdurrahim khatib/flash 90)

2014 tahun paling berdarah dalam konflik Palestina-Israel

Sepanjang tahun lalu 2.314 warga Palestina terbunuh dan 17.125 cedera. Sedangkan di pihak Israel cuma 85 orang tewas dan 2.629 luka.





comments powered by Disqus