wawancara

Haji Ali Akbari (1)

Tidak ada negara bernama Israel

"Kami tidak mengenal yang namanya Israel dan kami tidak mengakui Israel," kata Wakil Presiden Iran Haji Ali Akbari.

23 Januari 2015 22:25

Bagi Amerika Serikat dan Israel, Iran adalah musuh terbesar mereka saat ini. Apalagi mereka meyakini negeri Mullah itu sedang mengembangkan senjata nuklir.

Alhasil, isu nuklir Iran atau demokrasi di sana menjadi komoditas politik di kedua negara itu. Iran pun serupa. Sejak pecah revolusi pada 1979, negara Persia ini menganggap Israel bersama Amerika Serikat sebagai musuh.Karena itu jangan heran jika Iran selalu menyokong negara atau milisi anti-Israel, seperti Hamas di Palestina dan Hizbullah di Libanon.

Para pemimpin Iran tidak pernah mau mengakui keberadaan negara Zionis itu, seperti disampaikan pula oleh Wakil Presiden Iran Haji Ali Akbari tujuh tahun lalu. Bahkan mantan Presiden Mahmud Ahmadinejad menegaskan Israel mestinya dihapus dari peta dunia.

Berikut penuturan Ali Akbari kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co dalam wawancara khusus di Jakarta, Agustus 2008.

Jika Obama terpilih, apakah bisa meredakan ketegangan hubungan Amerika dan Iran?

Perubahan presiden di Amerika Serikat selama ini belum pernah menghasilkan perubahan besar bagi kami. Sebagian besar pengambil kebijakan di Amerika adalah hasil lobi-lobi Zionis. Partai politik di sana tidak terlalu mempunyai mandat. Kami berharap ada perubahan kebijakan Amerika karena itu akan sangat baik bagi masyarakat internasional. Kami tidak ingin kebijakan hegemoni terus berlangsung. Fitrah manusia adalah tidak menerima hegemoni manapun.

Obama dikenal dekat dengan kalangan Arab dan Islam berbalik menjadi pecinta Zionis. Apakah dia pantas disebut pengkhianat?

Seperti sudah saya katakan tadi, pengambil kebijakan bukan orang Amerika tapi lobi Zionis di belakang mereka. Kebijakan hegemoni selalu menindas orang lain demi diri sendiri ini tidak akan pernah berhasil. Mereka pikir dengan menyerang Irak dapat mencapai kepentingan tapi mereka salah. Dengan menyerang Irak, mereka malah sedang meruntuhkan diri sendiri.

Jadi bagi Iran tidak penting membina kembali hubungan diplomatik dengan Amerika?

Kami mengharapkan hubungan adil dengan semua pihak. Kami tidak memutuskan hubungan dengan Amerika, Merekalah memutuskan secara sepihak. Kami percaya hubungan pada situasi normal dan wajar menguntungkan kedua pihak. Jika Amerika mengubah kebijakannya, menerima kepentingan kami, dan tidak memusuhi kami, tentu kami bersedia membina hubungan.

Ada rencana membuka hubungan dengan Israel?

Kami tidak mengenal yang namanya Israel dan kami tidak mengakui Israel. Tidak ada negara bernama Israel. Ini adalah kelompok penduduk menduduki sebuah negara dan dinamakan rezim Zionis. Kami harap mereka pergi dan membiarkan kaum muslim melanjutkan kehidupannya.

Jadi Anda menolak konsep dua negara jika negara Palestina merdeka terbentuk?

Demokrasilah bisa menyelesaikan masalah Palestina. Kami mempunyai usulan, yakni rakyat Palestina menggelar referendum untuk menentukan nasib sendiri. Sebelum itu dilakukan, perlu menyingkirkan rezim Zionis.

Iran selalu menjadi korban Amerika sangat berkuasa di PBB. Ada rencana keluar dari organisasi itu?

Kami telah menyampaikan kritikan serius mengenai struktur PBB. Tapi kami percaya keberadaan PBB lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kami percaya anggota-anggota PBB mandiri harus berusaha meningkatkan pengaruh mereka pada organisasi ini.

Jadi menurut Anda perlu ada satu negara Islam di Dewan Keamanan yang punya hak veto?

Bagi kami, hak veto itu kezaliman. Kita harus bekerja sama menghapus kezaliman ini. Saya pikir memang perlu ada satu negara Islam di keanggotaan tetap Dewan Keamanan dan kami mengajukan diri menjadi salah satu anggota. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia kini sedang menduduki kursi anggota tetap.

Apa benar Iran menyokong Hamas seperti diyakini Amerika dan Israel?

Islam mengajarkan kami mendukung pihak-pihak dizalimi. Dukungan kami terhadap rakyat Palestina berdasarkan nilai-nilai dan ajaran Islam, khususnya jika pihak terzalimi bagian dari dunia Islam. Ini adalah tanggung jawab masyarakat muslim di seluruh dunia membantu rakyat Palestina sudah dizalimi. Kami memberikan dukungan kepada Palestina berupa sokongan moral, kemanusiaan, kebudayaan, dan sosial.

Dukungan secara militer?

Mereka tidak mengharapkan bantuan militer dari kami. Mereka bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Namun sejumlah laporan menyebutkan Garda Revolusi Iran melatih para pejuang Hamas?

Saya menyatakan Anda benar, namun mereka bisa meniliki keahlian, mendapatkan apa saja mereka butuhkan, termasuk senjata. Modal utama membuat rakyat Palestina bertahan adalah keimanan mereka. Dengan batu pun mereka bisa menghadapi tank-tank Israel.

Jadi Iran siap menyuplai kebutuhan senjata pejuang Palestina?

Itu sangat bergantung pada situasi. Tapi dengan adanya perdagangan internasional mereka dapat memenuhi kebutuhan itu sendiri dan tidak mengharapkan bantuan Iran.

Kebanyakan rakyat Iran adalah generasi muda. Apakah itu menjadi sebuah kelemahan bagi negara Iran konservatif karena kaum muda menginginkan perubahan?

Kami menganggap pemuda sebagai kekuatan bagi Republik Islam Iran. Di mana pun pemuda berada, di sana terdapat semangat, inovasi, kreativitas, dan lain-lain. Pada perang delapan tahun dengan Irak, kami mengandalkan para pemuda berusia 23-24 tahun. Merekalah yang bertahan saat itu.

Sekarang berbagai kemajuan, termasuk teknologi nuklir, adalah hasik kerja kaum muda usianya di bawah 30 tahun. Jika kita memberi kesempatan, mereka akan berusaha mencapai tujuan diinginkan. Mereka mempunyai semangat luar biasa. Bagi negara revolusioner, paling penting memiliki para pemuda aktif.

Namun kenyataannya Presiden Ahmadinejad menangkapi kaum muda menjadi pegiat politik?

Ini adalah berita dan penafsiran tidak benar. Kami tidak menyikapi secara fisik orang-orang berpandangan reformis. Kami mempunyai berbagai macam partai politik dan organisasi. Kebebasan di Iran saat ini luar biasa. Kalau seseorang berkhianat, melakukan kegiatan mata-mata, dan berhubungan dengan musuh-musuh kami, tentu saja kami akan bertindak. Ini hal wajar di mana pun. Kita harus memisahkan antara kaum pengkhianat dan aktivis.

Ali Khamenei telah mendukung Ahmadinejad menjabat untuk periode kedua. Apakah dia memang pantas?

Dari kalangan saya kenal, saya menganggap Yang Mulia Presiden Ahmadinejad paling tepat. Saya berharap beliau dapat dipilih kembali agar dapat menyelesaikan tugas-tugas sudah dia mulai sebelumnya.

Bentrokan antara warga Palestina di perlintasan Bait Hanun, utara Jalur Gaza, dengan pasukan Israel. Kejadian ini berlangsung Jumat, 16 Oktober 2015. (Abdillah Onim buat Albalad.co)

Kami tidak bisa menunggu hingga Israel membagi dua Al-Aqsa

Intifadah ketiga mesti berlangsung sampai penjajahan Israel berakhir.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Masa depan Gaza

Ada lima faktor utama menentukan masa depan Gaza: komitmen dan soliditas Hamas, rekonsiliasi nasional, blokade Israel, sokongan Mesir dan Iran, serta perubahan tatanan global.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Tumbal demokrasi Palestina

Israel bersama Amerika Serikat menolak kemenangan Hamas dalam pemilihan umum 25 Januari 2006.

Pemimpin dua intifadah Marwan Barghuti. Dia kini mendekam di Penjara Hadarim, Israel. (www.timesofisrael.com)

Penderitaan terberat adalah terpisah dari keluarga

Pemimpin intifadah Marwan Barghuti mendekam di Penjara Hadarim dengan masa hukuman lima kali seumur hidup ditambah 40 tahun.





comments powered by Disqus