wawancara

Tawfik Mathlouthi (1)

Kami ingin membebaskan konsumen dari hegemoni merek-merek Amerika

Mecca Cola menjadi produk alternatif bagi konsumen muslim untuk berhenti memberikan uang mereka kepada perusahaan-perusahaan Amerika membayar pajak kepada pemerintah Amerika.

01 Januari 2016 18:22

Sebagai aktivis perdamaian antipenjajahan dan penindasan, dia kaget waktu melihat foto profil wartawan Albalad.co Faisal Assegaf di WhatsApp: sedang berpose bareng pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar sambil memegang senapan serbu Kalashnikov.

Itulah reaksi perdana dari Tawfik Mathlouthi, pendiri sekaligus Presiden Direktur Mecca Cola World Group, saat menelepon Albalad.co melalui WhatsApp.

Mecca Cola World Group adalah produsen Mecca Cola, minuman ringan halal pertama di dunia. Diluncurkan pada November 2002, bertepatan dengan 1 Ramadan, kini minuman berkarbonasi dengan cita rasa kola itu telah merambah 64 negara.

Mecca Cola - mengambil nama kota suci Makkah di Arab Saudi -  merupakan alternatif bagi konsumen di luar Coca Cola dan Pepsi Cola dikenal sebagai produk Amerika-Israel. "(Mecca Cola adalah) sebuah produk dibuat atas dasar etika dan komitmen untuk membebaskan konsumen dari hegemoni merek-merek Amerika," kata Mathlouthi, pengusaha Prancis berdarah Arab ini.

Sepuluh persen dari laba bersih Mecca Cola disumbangkan untuk membantu anak-anak Palestina, sepuluh persen lainnya masuk ke kas negara menjadi tempat perusahaannya berproduksi, seperti dilansir alaswaq.net. Cara ini hampir mirip Coca Cola menyisihkan sebagian keuntungannya buat gerakan Zionis.

Berikut penjelasan Tawfik Mathlouthi kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui WhatsApp Rabu malam lalu.

Apa perbedaan antara Mecca Cola dengan merek Coca Cola sudah tersohor?

Bismillahirrahmanirrahim. Pertama, izinkan saya untuk berterima kasih atas ketertarikan Anda terhadap merek dan produk kami.

Ada banyak perbedaan antara kedua merek itu. Saya tidak akan membahas soal merek asal Amerika Serikat itu, tapi saya cuma bakal bicara mengenai produk kami.

Merek kami, Mecca Cola, diluncurkan pada 1 Ramadan 2002 sebagai reaksi atas beberapa kejadian, yakni permulaan intifadah kedua di Palestina dan persiapan serbuan Amerika ke Irak dengan alasan palsu: (rezim Saddam Husain) memiliki senjata pemusnah massal dan mendukung Al-Qaidah.

Belakangan ini para pejabat Amerika Serikat, seperti mantan Menteri Pertahanan Collin Powel, mengakui alasan invasi ke Irak itu merupakan kebohongan resmi.

Mecca Cola juga sebagai seruan kepada kaum muslim di seluruh dunia: "Bangkitlah untuk martabat kalian, kita bukan teroris, kita bukan penjahat. Pandangan keliru dari sebagian orang mengenai para teroris itu bukanlah agama Islam seperti kita anut. Kita adalah korban pertama dari apa yang disebut teror muslim.

Mecca Cola juga menjadi sebuah produk alternatif bagi konsumen muslim untuk berhenti memberikan uang mereka kepada perusahaan-perusahaan Amerika membayar pajak kepada pemerintah Amerika. Sebab sebagian dari uang pajak kalian bayarkan itu dipakai untuk membunuhi saudara-saudara kalian di mana saja ada pasukan Amerika bertempur.

Mecca Cola mempunyai rasa berbeda dengan kualitas jauh lebih baik. Paling penting adalah produk kami merupakan minuman ringan halal pertama di dunia.

Sebelumnya, kaum muslim mengonsumsi minuman-minuman ringan non-alkohol tapi mengandung bahan tidak halal, seperti cochineal (serangga bersisik) dipakai sebagai pewarna dan gelatin babi.

Karena semua alasan itu, saya memutuskan meluncurkan minuman ringan alternatif bagi seluruh manusia, tidak hanya khusus untuk kaum muslim. Sebuah produk dibuat atas dasar etika dan komitmen untuk membebaskan konsumen dari hegemoni merek-merek Amerika.

Saya ingin menegaskan komitmen kami adalah bukan melawan perusahaan-perusahaan Amerika karena mereka tidak memerangi rakyat Amerika. Namun Mecca Cola menentang pemerintah Amerika dan segala kebijakan luar negeri mereka terapkan di seluruh dunia, yakni kebijakan atas dasar penindasan, ketidakadilan, penjajahan, pembunuhan, kekacauan, dan kejahatan.

Kenapa Anda menggunakan nama Mecca Cola untuk merek produk Anda?

Saya memilih nama Mecca karena dua alasan. Setelah serangan teror 11 September 2001, kaum muslim dicap penjahat, teroris, lantaran propaganda besar-besaran oleh Amerika dan Eropa. Mereka mengeksploitasi emosi untuk menyebarluaskan kebencian dan penolakan terhadap Islam dan muslim di seluruh dunia.

Saya bilang kepada diri saya sendiri, saya harus bereaksi untuk martabat kita (kaum muslim). Kita harus bangkit dan menunjukkan kepada seluruh dunia wajah Islam sebenarnya.

Saya telah membaca mengenai kisah mengenai Mecca, salah satu suku bangsa Amer-Indian. Mereka dulunya tinggal di negara bagian Washington dan mencari nafkah dengan memancing.

Mereka muslim dan menjadi korban pembantaian massal dilakukan oleh para imigran awal Kristen kulit putih. Korbannya berjumlah 20 juta orang. Waktu itu tidak ada satu pun orang bilang orang-orang Kristen dan agama Nasrani adalah teroris.

Sejak lahir, Islam tidak pernah melakukan genosida (pembantaian massal).

Pesan saya adalah dengan memilih nama Mecca, itu merupakan jawaban terhadap semua hal kotor dituduhkan terhadap Islam dan kaum muslim setelah Teror 11/9.

Mecca Cola juga sebagai pengingat bagi kaum muslim, Islam lahir di Makkah, dulunya dikenal sebagai kota dijejali kesyirikan dan dosa. Kaum muslim waktu itu adalah pejuang dan hingga kini tetap pejuang.

Satu-satunya pelajaran bisa diambil adalah kita harus melawan kejahatan dengan cara-cara damai, seperti dicontohkan nabi kita tercinta, Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Apa reaksi Anda peroleh dari pihak Coca Cola setelah Mecca Cola diluncurkan?

Saya tidak mendapat reaksi langsung.

Di mana pabrik utama Mecca Cola?

Penjualan kami di Eropa sangat bagus dengan fasilitas produksi di Prancis, Belgia, Italia, dan Spanyol.

Kami sedang dalam proses untuk memasuki pasar di Malaysia. Mecca Cola juga sudah beredar di Pakistan dan beberapa negara di Afrika serta Amerika Latin.

Apakah Anda berencana membangun pabrik Mecca Cola di Malaysia?

Kami tidak perlu membikin pabrik. Kami telah meneken perjanjian kerja sama dengan Kianjoo Can Pack, produsen minuman ringan terbesar di Malaysia.

Kapan penjualan Mecca Cola di Malaysia akan dimulai?

Kami berharap bisa bergulir paling lambat Maret 2016. Insya Allah.

Apakah ada protes karena produk Anda memakai nama Mecca?

Nama tidak pernah menjadi masalah. Orang Indonesia juga menyambut baik iklan Mecca Cola. Bahkan beberapa di antara mereka menamai bayi mereka baru lahir dengan nama lengkap saya.

Kami tidak menghadapi masalah menggunakan nama kota suci Makkah meski Mecca Cola, bukan Makkah Cola. Makkah sudah ada sebelum Islam lahir dan duunya kota berhala.

Kami sudah menerima fatwa dari sebagian besar mufti dari seluruh negara muslim, termasuk Arab Saudi. Syekh Al-Gibrin dari Arab Saudi pun bilang kepada kami, dirinya tidak keberatan atas penggunaan nama Makkah selama tujuannya baik dan produknya bukan barang haram.

Seperti Anda lihat, hanya sebagian kecil orang berpandangan bodoh menolak produk kami.

Mecca Cola memberikan sebagian dari laba bersihnya buat kegiatan amal. Mecca Cola adalah produk minuman ringan halal pertama di dunia.

Saya kira ada beberapa pihak mencoba mencari-cari masalah, padahal tidak ada persoalan. Tidak ada satu pun ulama menyatakan penolakan atas penggunakan nama Makkah sebagai merek produk kami, kecuali kelompok-kelompok salafi palsu tapi tidak kami pedulikan sama sekali.

Mereka tidak mewakili siapapun kecuali kelompok mereka sendiri. Semoga saja Allah memberi hidayah kepada mereka.

Tapi apakah Anda sadar nama merek Anda memiliki ikatan emosional dengan kaum muslim dan itu sebuah keuntungan?

Tidak, itu tidak ada dalam kalkulasi atau tujuan kami. Jika banyak orang berpikiran seperti itu, alhamdulillah. Alasan memakai nama Mecca Cola sebagai merek sudah saya katakan kepada Anda.

Setelah 13 tahun Mecca Cola dipasarkan, pertanyaan ini tidak relevan lagi. Pertanyaan itu tidak akurat. Ratusan wartawan sudah menanyakan hal serupa di awal wawancara dan mendapat jawaban sama. Jadi pertanyaan itu tidak benar-benar penting lagi sekarang.

Berapa pendapatan Mecca Cola dan total penjualan secara global dalam setahun?

Saudaraku, kami menghadapi perang sebenarnya dilancarkan para pesaing kami dan sebagian besar pemimpin Arab. Kami lebih suka merahasiakan data soal itu.

Yang bisa saya sampaikan adalah kami tahun ini menghasilkan 800 juta liter produk Mecca Cola.

Di mana pasar terbesar Mecca Cola?

Di Eropa dan Asia. Mecca Cola adalah merek muslim unik tersohor dan diakui di seluruh dunia. Tidak ada merek lain mencapai tingkat ketenaran seperti diraih Mecca Cola.

Elie Trabelsi, a Tunisian Jews politician. (Elie Trabelsi for Albalad.co)

I protect the Jewish community because it is a minority

"The link of the Tunisian Jews with Tunisia is very strong. Tunisia is known for its tolerance, Jews and Muslims have always coexisted together," said Elie Trabelsi.

Adolf bin Prince Faisal bin Turki bin Abdullah al-Saud. (Albalad.co)

I want to get my status as the son of a Saudi prince

Adolf will go to the European Highest Court in Brussels to prove he is the son of Prince Faisal bin Turki from Saudi Arabia.

An Israeli archeologist Zachi Dvira (Albalad.co)

For safety, Jewish worshippers should pray five meters from the Western Wall

Many of the stones have cracks and pieces could fall appart. .

Sheikha Latifa, daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, with her Finnish friend, Tiina Jauhiainen. (@detainedindubai for Albalad.co)

Dubai emir has allegedly detained and tortured his two daughters

Sheikha Latifa fled in late February 2018 and arrested on the 4th of March off the coast of India. She was taken back to the UAE against her will where it is believed that is being held in prison. .





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

I protect the Jewish community because it is a minority

"The link of the Tunisian Jews with Tunisia is very strong. Tunisia is known for its tolerance, Jews and Muslims have always coexisted together," said Elie Trabelsi.

07 Agustus 2018

TERSOHOR