wawancara

Jaringan minimarket Muslim 212 Mart dibikin demi kejayaan ekonomi umat

Mulai beroperasi Januari 2017.

17 Desember 2016 11:23

Sejak demonstrasi supermassa sekaligus superdamai pada 2 Desember lalu telah membangkitkan semangat persaudaraan muslim di seluruh Indonesia. Unjuk rasa menuntut Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera diadili atas kasus dugaan penistaan Al-Quran kebanjiran 7,4 juta umat Islam dari beragam daerah di tanah air.

Protes serupa juga berlangsung di berbagai daerah. Sampai-sampai pembina GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Majelis Ulama Indonesia Habib Rizieq Syihab mendeklarasikan 2 Desember sebagai hari persaudaraan umat Islam Indonesia. Maklum saja, peserta Aksi Bela Islam III pada 2 Desember itu berasal dari pelbagai latar mazhab, organisasi Islam, profesi, suku, dan budaya di tanah air.

Bahkan untuk memelihara persaudaraan muslim di Indonesia dikampanyekan gerakan lima waktu salat berjamaah di Masjid. Dimulai dengan salat subuh berjamaah di semua masjid serta musala serentak di seluruh Indonesia pada 12 Desember lalu.

Asma Ratu Agung, aktivis kemanusiaan sekaligus ketua umum ICMI Peduli Pusat, pun melihat 212 sebagai momentum untuk membangkitkan kejayaan ekonomi umat islam di tanah air. Karena itulah dia menggagas berdirinya jaringan minimarket Muslim 212 Mart (M 212 M) berprinsip dari umat, oleh umat, dan untuk umat.

Sebagai bentuk keseriusan, dia pun menjaminkan sebuah rumahnya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, seharga Rp 15 miliar.

Jaringan minimarket Muslim 212 Mart ini terbentuk Kamis lalu. Dia bilang telah menunjuk Habib Rizieq sebagai komisaris utama, Bachtiar Nasir, dan Abdullah Gymanstiar menjadi komisaris.

Berikut penjelasan Asma Ratu Agung, juga berprofesi sebagai pengusaha, kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co saat ditemui kemarin di sebuah rumahnya di Jakarta Selatan.

Bagaimana ide buat mendirikan waralaba Muslim 212 Mart muncul dan siapa yang menggagas?

Saya adalah aktivis kemanusiaan, saya ini ketua umum ICMI Peduli Pusat, badan otonomi ICMI. Dengan rasa kepedulian itu, timbullah visi dalam hidup saya bagaimana menjayakan Islam. Kalau kita mau berjaya, kita harus kuat dalam segala hal. Kuat iman, ilmu, fisik, harta, intelektual, dan sosial.

Saya ingin bagaimana menguat umat secara ekonomi. Momentumnya adalah di 212. Sehingga pada Senin (12 Desember 2016) jam dua siang, saya kirim ke grup ICMI Mencerahkan. Siapa mau menjadi manajer minimarket saya. Saya ingin membuat minimarket Muslim 212. Saya kirim lagi ke grup Muslim Bisnis. Ada dua merespon, dokter Taufan dan Agung.

Saya ingin saham minimarket Muslim 212 Mart ini dimiliki umat. Jargon saya usaha bersama, sejahtera bersama.

Apa ide ini juga dikoordinasikan dengan pimpinan GNPF, seperti Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq?

Dalam pikiran saya 212 ini tidak ada yang memiliki, umat memiliki. 212 ini bukan milik seseorang atau golongan tapi 212 adalah ruh kecintaan terhadap Allah. Siapapun mencintai Allah, bersatulah di 212 itu.

Akhirnya saya mengundang umat pecinta kejayaan Islam untuk bergabung dalam rapat Kamis (15 Desember 2016) jam satu siang di gedung Smesco (Jakarta Selatan). Termasuk Bahctiar Nasir, Munarman saya undang.

Ternyata tanggapannya luar biasa. Lalu untuk menambah kepercayaan yang lain, saya jaminkan rumah saya ini seharga Rp 15 miliar supaya cepat.

Siapa saja tokoh hadir dalam rapat pembentukan?

Tidak ada tokoh, pejabat, konglomerat, pemimpin. Semua hamba Allah. Saya nggak mau menyebut siapa saja yang hadir.

Bagaimana nanti muncul anggapan Anda sengaja memanfaatkan momentum 212 untuk kepentingan bisnis?

Silakan saja. Saya ingin semua aktif, semua positif.

Hasil rapatnya?

Luar biasa, langsung mereka percaya sama saya, langsung kita buatkan PT dan siapkan di notaris.

Apa nama perusahaannya?

PT Muslim 212 Mart.

Nama jaringan minimarketnya?

M 212 M. Semua hamba Allah bersatu buat membangun ekonomi umat.

Berapa penyertaan modal awal?

Kita sudah bentuk koordinator pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Nanti dari masyarakat kumpullah modal itu di paguyuban tingkat kabupaten/kota. Kita mulai dari Jabodetabek dengan sebelas kabupaten/kota untuk penyertaan modal di PT.

Dari sebelas kabupaten/kota di Jabodetabek itu, berapa modal sudah terkumpul?

Bisa besar sekali. Kalau emmang tidak cukup, kita akan cari dana talang. Tapi saya yakin akan lebih. Banyak orang yang pengen. Kita buat ini minimarket otonom. Pemegang sahamnya adalah grup orang-orang yang bikin di sekitar lokasi minimarket.

Misal, di Jakarta Selatan terkumpul grup berisi 256 orang dan membuat minimarket M212 M, mereka lah pemegang sahamnya. Jadi dari umat, oleh umat, untuk umat.

Tugas Bunda Ratu memotivasi, mengawal, mengantarkan. Habis irtu, Bunda Ratu pergi.

Kapan minimarket M 212 M mulai beroperasi?

Kita secara legalitas insya Allah minggu depan selesai. Tadi kita sudah bertemu Habib Rizieq supaya jadi komisaris utama, Bahctiar Nasir jadi komisaris. Saya yakin orang-orang baik pasti akan berpikir dan bertindak baik.

Bagaimana tanggapan dari Habib Rizieq?

Luar biasa. Dia menyambut baik, nanti dia mengajak kami kumpul Selasa (pekan depan).

Siapa menjadi Presiden Difrektur PT Muslim 212 Mart?

Saya minta dokter Taufan.

Untuk awal, berapa minimarket bisa terbentuk di Jabodetabek?

Minimal sebelas karena koordinatornya sebelas.

Apa akan ada yang menjadi pusat dari minimarket M 212 M?

Nggak ada. Kita bikin unit, ada perdagangan offline, online, nanti juga ada produksi.

Bagaimana konsep dari M 212 M itu?

Kita ada empat kategori. Ada mini (modal < Rp 50 juta), kecil (Rp 50-300 juta), sedang (Rp 300 juta-Rp 1 miliar), dan besar (> Rp 1 miliar).

Apa bedanya?

Jenis barang dagangan.

Apakah siap bertempur dengan jaringan minimarket sudah ada?

Saya tidak bertempur tetapi saya ingin mengamankan kebutuhan orang Islam. Kebutuhan muslim harus diproduksi oleh muslim, didagangkan oleh muslim, dan diolah muslim. Semua demi keamanan.

Kalau pihak lain tersingkir, ya itu akibatnya.

Apakah pemasoknya sudah ada dan siap menyuplai semua produk ke jaringan minimarket M 212 M nanti?

Ada yang sudah, ada yang belum. Kalau kita belum bisa produksi sendiri, kita pakai punya orang lain dulu selama halal dan tayyib.

Meski itu produk bikinan non-muslim?

Ya, terpaksa. Dengan syarat tidak haram. Tapi rokok tidak dijual karena merusak kesehatan.

Jadi barang apa saja tidak akan dijual di minimarket M 212 M?

Yang haram dan merusak, termasuk kondom tidak akan dijual.

Tapi bukannya serba tanggung karena mengambilnya dari produsen non-muslim?

Karena darurat. Selama belum bisa, kita terpaksa lakukan. Tapi kalau sudah bisa, kenapa nggak.

Kalau kita nggak mulai sekarang, kapan lagi. Kalau nggak kita, siapa lagi.

Sampai berapa lama target produk bikinan muslim harus menyuplai semua barang di minimarket M 212 M?

Lebih cepat, mungkin tiga tahun bisa semua produk disuplai oleh produsen muslim. Di luar negeri kan juga ada orang muslim. Mungkin barang-barang bisa ambil dari Malaysia. Tapi kalau semua sudah diproduksi oleh orang Indonesia, yang kita ambil dari sini semua.

Bagaimana soal kualitas produk?

Muslim harus enak, profesional, dan berkualitas.

Kalau berkaca dari kasus Sari Roti, apakah Anda melihat sudah mulai ada kesadaran dari muslim di Indonesia untuk membeli produk bikinan muslim?

Kita ini dimanfaatkan oleh musuh-musuh kita dipecah-pecah. Berkah dari Allah, melalui GNPF, kita disadarkan. Kita harus kompak. Telat tapi nggak apa-apa.

Berapa target minimarket bisa beroperasi di tahun pertama?

Kita sudah bergerak semua dari Sabang sampai Merauke. Koordinator sudah mulai terbentuk di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Dalam berbisnis butuh sistem keuangan, yakni perbankan, tapi kikta masih kekurangan bank-bank milik orang Islam. Apakah nanti juga akan mendirikan bank?

Semua sudah direncanakan. Akan ada Bank 212, rumah sakit 212, bengkel 212. Semua unit usaha akan kita bangun.

Kita harus yakin kalau Allah mau semmua itu bisa terwujud. Orang Islam banyak yang kaya. Sudah banyak yang mau menyertakan modal. Cuma selama ini belum terkoordinir dengan baik.

Sejauh ini sudah ada berapa konglomerat muslim mau menyertakan modal?

Banyak konglomerat yang mau tapi saya nggak mau sebutkan. Saya ingin pembaruannya tidak ada istilah konglomerat atau pejabat. Semua hamba Allah.

Bagaimana ddengan persaingan harga. Apakah Anda bisa menjamin harga di minimarket M 212 M bakal lebih murah dibanding Alfamart, Superindo, Giant, dan Carrefour?

Kita jamin, minimal sama.

Bagaimana dengan aturan pemerintah membatasi pendirian minimarket?

Strateginya adalah warung. Kita buat warung 212 dan memelihara warung-warung sudah ada. Kita beri label 212.

Jadi berapa jarak antara warung dengan minimarket 212?

Nanti kita atur, kita lihat situasi di lapangan.

Kata Aa Gym, ini menyangkut rasa, ruh. Kalau sudah cinta dan jihad, mending saya naik motor panas-panas beli tisu di sana.

Bagaimana soal kampanye menggerakkan kesadaran umat Islam untuk membeli produk muslim?

Medianya offline dan online untuk promosi. Kedua, orang mau omong apa, silakan saja.   

Kalau ada pertanyaan kenapa semua harus serba muslim. Jawabannya karena saya muslim.

Kapan jaringan minimarket Muslim 212 Mart ini mulai beroperasi?

Januari 2017. Di tiap kabupaten atau kota boleh didirikan lebih dari satu minimarket. Semua modal hasil urunan dari para pendiri. Inilah yang dilakukan musuh-musuh kita, kita tidak bisa menembus.

Aa Gym juga punya jaringan toko MQ. Apakah pengusaha-pengusaha muslim sudah duluan akan diajak bekerja sama?

Islam itu rahmatan lil alamin. Selama dia Islam, beriman bukan munafik, ayo kita bekerja sama. Aa Gym juga akan dimasukkan sebaga komisaris.

Apaah sudah ada suara menyebut jaringan minimarket Muslim 212 Mart ini mengancam yang sudah ada?

Persaingan itu wajar. Kalau orang bisa menyaingi kita, kenapa kita tidak bisa menyaingi mereka? Inilah kelemahan cara berpikir kita.

Apakah Anda yakin jaringan minimarket Muslim 212 Mart bisa masuk wilayah didominasi warga non-muslim, seperti Bali, NTT, dan Manado?

Nggak ada masalah, kan di daerah sana juga banyak muslim.

Mungkinkah terjadi gesekan?

Nggak akan ada karena kita jual barang sendiri, produksi sendiri.

Apakah ide ini sudah dikonsultasikan dengan GNPF?

Sudah. Saya ada keyakinan orang Islam dan beriman itu orang baik-baik. Kalau jaringan minimarket Muslim 212 Mart ini sudah jalan, saya akan mengundurkan diri.

Ada kecenderungan industri halal secara global mengalami kenaikan. Apakah jika ada investor dari Timur Tengah mau masuk bakal diterima?

Tergantung situasi tapi yang saya utamakan adalah umat. Saya ingin mengangkat ekonomi umat. Ketika kita buatkan minimarket itu, kita buatkan dana talangan.

Apakah Anda mengharapkan sokongan dari pemerintah?

Kita pengen mandiri. Muslim ittu harus berani, percaya diri.  

Baca juga:

Pada 2020 seperlima keluarga di UEA berharta di atas US$ 100 juta

Anak mendiang raja Saudi pergi menyelinap ke klub malam di New York

Pamer mobil Arab supertajir

Menachem Klein, professor in political sciences at Bar Ilan University, Israel, poses with the background of the image of  Al-Aqsa in Borobudur Hotel, Jakarta, December 15, 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Prince Muhammad bin Salman is a good partner for Netanyahu on the issue of Iran and Palestine

"But I think Netanyahu policies on the two issues are bad for Israel."

Guma al-Gamati, a Libyan politician who heads Taghyeer Party. (Albalad.co)

Qaddafi family has no more influence in Libya

"They have right one day to come back and to live in their own country peacefully as long as they don't make any trouble at all," said Gamati.

Mural of a 16 year old boy who were arrested in Hebron after protesting Trump recognition. (Twitter)

Muslim leaders do not work enough to protect Jerusalem

"Their reaction is not suitable, it is less than what anyone expects from them to support Jerusalem," said Abir.

Menachem Klein, professor in political sciences at Bar Ilan University, Israel, poses with the background of the image of  Al-Aqsa in Borobudur Hotel, Jakarta, December 15, 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

The next Saudi king will be a trouble maker

Iran is the main reason for Saudi to get closer with Israel.





comments powered by Disqus