wawancara

Orang Papua dulu mengamalkan ajaran Yudaisme

Ada sekitar 200-an orang Papua sudah terbukti berdarah Yahudi.

05 Juli 2019 04:12

Jasa mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tidak dapat diabaikan. Melalui pemikiran soal toleransi dan menghargai keberagaman, agama-agama non-resmi dan aliran kepercayaan mendapat jaminan perlindungan untuk beribadah, termasuk kaum Yahudi.

Komunitas Yahudi di Indonesia pun sudah tidak sungkan lagi menunjukkan identitas mereka, terutama yang tinggal di daerah berpenduduk mayoritas non-muslim, seperti di Manado, Ambon, dan Papua.

Aharon Sharon salah satunya. Dia adalah pemimpin jemaat Yahudi di Jayapura, Papua. Jemaat dia pimpin berjumlah 150 orang. Dia keluar dari Kristen dan berpindah ke Yudaisme sejak lima tahun lalu. "Intinya, orang Papua dulu mengamalkan ajaran Yudaisme," katanya.

Berikut penuturan Aharon Sharon kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co saat dihubungi melalui telepon WhatsApp hari ini.

Dengan menjalankan ajaran Yudaisme, apakah Anda sudah berpindah agama dari Kristen?

Ini bukan pindah agama. Kalau berpindah agama, harus menghadap ke Bait Din dan di sana harus diuji sama rabbi. kalau kami kembali ke iman kami itu setelah Rabbi Tobia Singer lima tahun lalu.

Dia sampaikan dalam seminar tiga hari, membedah seluruh isi daripada kitab Kristen. Pertama, saya terima karena rabbi besar datang dan berbicara dengan bukti otentik dia sampaikan.

Apa yang membuat Anda yakin berdarah Yahudi?

Kami tidak yakin kami orang Yahudi. Kami melakukan tepat seperti Torah ajarkan, seperti yang dilakukan orang Israel. Kami cuma mau kembali ke sana. Kami tidak pernah merasa kami orang Yahudi, tapi selalu ada dorongan kuat di dalam diri kami untuk melakukan seperti Torah ajarkan.

Ketika kami baca harus sunat, kami lakukan. Kalau Shabbat, kami lakukan. Bukan hari Minggu ibadahnya, hari Sabtu, Shabbat, yah kami lakukan. Kami nggak pernah bilang kami Yahudi.

Begitu Rabbi Tobia datang, dia katakan, "Saya mencium jiwa kamu Yahudi." Kami bilang, "Kami tidak tahu rabbi."

Artinya Anda sudah pindah dari Kristen ke Yudaisme?

Iya, sebelumnya kami tidak tahu. Ketika tiga rabbi datang dari Israel, saya sampaikan silsilah saya. Setelah itu, mereka kaget. kami nggak pernah bilang kami orang Yahudi, kami tetap bangga sebagai orang Papua.

Lalu apa yang dilakukan oleh ketiga rabbi dari Israel itu?

Mereka pulang dan meneliti. Kemudian mereka dapatkan kalau marganya ini, betul berdarah Yahudi.

Kapan ketiga rabbi dari Israel itu datang?

Pada 2017.

Ada berapa orang Papua sudah dapat dibuktikan benar-benar berdarah Yahudi?

Sekitar 200-an orang. Ada yang tinggal di jayapura, Sarmi, Armoka, Manokwari, Sorong, Raja Ampat, Biak, Serui, Mambrano, Wasior.

Intinya, orang Papua dulu mengamalkan ajaran Yudaisme.

Dari peninggalan sejarah di Papua, apakah ada peninggalam terkait Yahudi?

Kalau untuk itu tidak ada.

Dari segi nama tempat?

Tidak ada. Kalau marga banyak marga Yahudi di Papua, seperti Liom, Afar, Hashem, Torah. Kalau marga saya Melamdim.

Apakah Anda sudah pernah ke Israel?

Saya ke sana pada 2010 dan 2015.

Apa tanggapan orang Yahudi di Israel ketika mengetahui Anda orang Yahudi dari Papua?

Saya ditanya apakah saya orang Yahudi? Saya mengiyakan. Mereka menyambut gembira sambil mengatakan, "Baruch Hashem.".

Apakah Anda melihat ada diskriminasi dilakukan terhadap Yahudi berkulit hitam di Israel?

Itu saya tidak tahu. Saya tahu apapun gejolak terjadi di Israel adalah, surga yang atur.

Berapa jumlah jemaat Yahudi di Papua?

Kalau saya sendiri, jumlahnya 150-an orang.

Selain di Jayapura, sinagoge ada di mana saja?

Baru di Timika dibangun. Sinagoge itu harus menempel ke rumah baru, itu disebut sinagoge.

Di mana lokasi sinagoge di Jayapura?

Di rumah saya.

Apakah jemaat Yahudi juga merayakan hari-hari suci Yahudi, seperti hanukkah dan Purim?

Lengkap semua, kami rayakan seperti diajarkan dalam Torah. Kami melaksanakan itu sejak lima tahun lalu.

Bagaimana tanggapan dari pemerintah setempat?

saya pernah bertemu Gubernur Papua Lucas Enembe. Dia teman saya dari SMA dulu. Reposnya baik. Saya juga sudah ke Kantor Dinas Kementerian Agama. Sebelumnya izin untuk membuat sinagoge harus melalui Bimas kristen. saya sudah melapor ke Kementerian Agama untuk dialihkan ke Dirjen Aliran Agama.

Apakah Anda berencana untuk Aliyah (pindah ke Israel)?

Kami mengalir saja.

Bagaimana tanggapan orang Kristen setelah mengetahui Anda pindah ke Yudaisme?

Mereka baik-baik saja. Saya punya pengalaman waktu saya mau keluar dari gereja. Almarhum Pendeta Manurung dia katakan satu hal," Membangun suatu jemaat jangan dengan menjelekkan jemaat lain. Lakukan apa yang sesuaiperintah, lakukan saja. Jangan saling membanding-bandingkan dan jangan menjelekkan. Apa yang kau dapat bukan hanya dipertanggungjawbakan di hadapan manusia saja, tapi di hadapan Tuhan.        

Sejak kapan Anda keluar dari gereja?

Lima tahun lalu.   

           

Basim Naim, member of Hamas' Bureau for International Relations. (Albalad.co)

It is our fundamental right to choose our leadership

"We are committted to our fundamental rights of resisting the occupation by all means, including armed resistance by granting the right of return for all Palestinian refugees and not recognize the occupation of our land."

Professor Ilan Pappe, a lecturer at the University of Exeter, in the United Kingdom. (Ilan Pappe for Albalad.co)

Israeli leaders and generals have enjoyed international immunity for many years though committed war crimes against the Palestinians

Pappe hopes the newly chosen Chief Prosecutor of the ICC Karim Ahmad Khan will move forward to investigate and interrogate as a first stage.

Daniel Greenberg, former senior adviser to Israel's Prime Minister Benjamin Netanyahu. ((Daniel Greenberg for Albalad.co)

Israel's technologies on agriculture can be made available to Indonesia

Israel is world known for its technologies advances and thus can become a bridge for Indonesia so to acquire and apply these most innovative technologies in the field of agricultural crops, water, environment and wastewater treatment, medicine, biotechnology and more.

Sheikha Latifa, the daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktum, with her best friend Tiina Jauhiainen. (Tiina Jauhiainen for Albalad.co)

Now is the time to pressure Dubai emir for releasing his two daughters from jail

"Keeping someone in solitary confinement is a form of torture. Latifa endured physical torture when she was a teenager. This time around it’s been psychological," said Tiina Jauhiainen.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

It is our fundamental right to choose our leadership

"We are committted to our fundamental rights of resisting the occupation by all means, including armed resistance by granting the right of return for all Palestinian refugees and not recognize the occupation of our land."

02 Maret 2021

TERSOHOR