bisnis

Shell dan Total diizinkan bangun pompa bensin di Iran

Penduduk Iran sehari menghabiskan hampir 70 juta liter bensin.

04 Oktober 2015 02:53

Perusahaan minyak asal Belanda Shell dan Total dari Prancis termasuk dua perusahaan asing pertama mendapat izin memasuki pasar ritel energi di Iran. Keduanya mendapat jatah masing-masing membangun seratus pompa bensin di seantero negara Persia itu.

Bijan Haji Muhammad Reza, Ketua Persatuan Pengusaha Pompa Bensin Iran, mengungkapkan Shell dan Total memperoleh lampu hijau baru-baru ini, seperti dilaporkan stasiun televisi Press TV.

NIOPC (Perusahaan Distribusi Produk Minyak Iran) saat ini adalah satu-satunya pemain dalam bisnis pompa bensin di negara itu. Mereka memiliki lebih dari 3.200 pompa bensin di seluruh Iran.

Seorang juru bicara Shell di London membantah kabar itu. "Kami belum mendapat izin untuk memasuki pasar ritel di Iran," ujarnya. "Kami masih menaati sepenuhnya sanksi internasional."

Menurut Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh, sekarang ini terdapat lebih dari 15 juta kendaraan bermotor lalu lalang di jalanan Iran. Mereka menghabiskan hampir 70 juta liter bensin sehari, lima juta liternya diimpor.

Harga jual bensin dan solar di Iran termasuk termurah sejagat. Bahkan setelah pemerintah membatalkan rencana memberi subsidi Mei lalu.

Haji Muhammad Reza bilang rendahnya harga jual bahan bakar kendaraan bermotor itu merupakan salah satu persoalan besar dihadapi para pengusaha pompa bensin. "Dengan harga sekarang, mustahil menciptakan merek atau meningkatkan kualitas dan kuantitas," katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.





comments powered by Disqus