kabar

Film Muhammad Utusan Allah akan wakili Iran dalam Piala Oscar

Film karya Majid Majidi itu menuai kontroversi karena menampilkan sosok Nabi Muhammad meski dari belakang.

28 September 2015 13:47

Farabi Cinema Foundation Sabtu pekan lalu mengumumkan film Muhammad Utusan Allah (Muhammad the Messenger of God) dipilih untuk mewakili Iran dalam ajang Piala Oscar berlangsung Februari tahun depan. Film karya sutradara Majid Majidi itu bakal bersaing dalam kategori film berbahasa asing terbaik.

Film dengan ongkos produksi termahal sepanjang sejarah perfilman Iran, yakni US$ 40 juta atau kini setara Rp 585 miliar ini terpilih dari sepuluh film Iran dinominasikan buat mengikuti Piala Oscar atau Academy Awards ke-88 itu, di antaranya Track 143 bikinan sutradara Nargis Abyar, Tales oleh Rakhshan Bani-Etemad, Fiush and Cat oleh Shahram Mokri, dan Melbourne karya sutradara Nima Javidi.

Film Muhammad Utusan Allah dirilis akhir bulan lalu merajai perfilman di negara Persia itu. Hingga kini film itu meraup pendapatan US$ 2 juta (Rp 29,2 miliar).

Majidi menggaet sejumlah seniman papan atas dunia untuk membantu menggarap film soal masa kecil Nabi Muhammad itu. Mereka adalah direktur fotografi Vittorio Storaro, editor Roberto Perpignani, desainer efek khusus Scott E. Anderson, penata rias Gianetto De Rossi, komposer A. R. Rahman, dan penyanyi Sami Yusuf.

Ini merupakan film kedua Majidi mewakili Iran di Piala Oscar setelah Children of Heaven. Negeri Persia ini berhasil meraih penghargaan bergengsi itu pada 2011 untuk film A Separation karya sutradara Asghar Farhadi.

Film Muhammad Utusan Allah menuai kontroversi karena menampilkan sosok Nabi Muhammad meski dari belakang. Para ulama sepakat mengharamkan menampilkan sosok Rasulullah dalam bentuk gambar, patung, atau film.

Universitas Al-Azhar di Ibu Kota Kairo, Mesir, melarang Iran merilis film itu. Mereka juga menyerukan agar kaum muslim di seluruh dunia memboikot film Muhammad Utusan Allah.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus