pelesir

Pamer aurat di Festival Jazan

"Saudi melarang perayaan maulid Nabi Muhammad dengan dasar agama tapi menggelar festival menampilkan penari pamer aurat."

15 Januari 2022 14:44

Hawa musim dingin membekap Arab Saudi seolah tidak mampu mengusir kegusaran rayat di negara Kabah itu. Mereka gerah melihat Saudi makin bebas dan terbuka.

Tiga penari samba dengan lengan, perut, dan betis kelihatan Sabtu pekan lalu tampil di jalanan dalam Festival Musim Dingin di Kota Jazan. Masyarakat berjejal di jalan girang melihat pemandangan langka itu.

Kontan rekaman video memperlihatkan tiga penari asing pamer aurat ini viral di media sosial. Mereka mengecam Pemerintah Provinsi Jazan lantaran mengizinkan ketiganya tampil.

"Kita sudah melupakan kita ini negara muslim dan mulai melanggar moral dan norma sebenarnya tidak perlu," kata seorang pengguna Twitter.

Pengamat bernama Ali Ahmad menyebut keran kebebasan tengah dibuka di Saudi ini dengan istilah Whisky Wahabi. "Saudi melarang perayaan maulid Nabi Muhammad dengan dasar agama tapi menggelar festival menampilkan penari pamer aurat," ujarnya.

Menanggapi kecaman di media sosial, Gubernur Jazan Pangeran Muhammad bin Nasir memerintahkan penyelidikan soal bagaimana bisa ada tiga penari asing tampil di Festival Musim Dingin Jazan.

Syekh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Youtube)

Imam Masjid Al-Haram sebut perayaan dan konser musik digelar di Arab Saudi tidak melanggar Al-Quran dan Sunnah

Syekh Sudais tidak pernah mengkritik atau mengecam kebijakan Bin Salman telah menghapus kewenangan polisi syariah dan membolehkan perempuan Saudi tidak berabaya dan berjilbab.

Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tiga pelancong Israel ketahuan mencuri di toko bebas bea di Dubai

Pada Desember 2020, sejumlah pelancong dari negara Bintang Daud itu ketahuan mencuri barang-barang dari kamar hotel tempat mereka menginap, seperti handuk, ketel, dan lampu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Mengintip pelacuran online di Arab Saudi

Mereka melayani ke beragam kota , termasuk Makkah dan Madinah.

Sekitar 800 ribu penonton menyaksikan Festival MDLBeast Soundstorm, merupakan konser musik terbesar di Timur Tengah. Acara ini berlangsung selama 16-19 Desember 2021 di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Asap ganja dan aroma minuman beralkohol dalam konser empat hari di Riyadh

Dentuman musik gegap gempita hanya berhenti 15 menit ketika azan asar, maghrib, dan isya berkumandang untuk memberi kesempatan penonton masih ingat dan ingin salat.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Imam Masjid Al-Haram sebut perayaan dan konser musik digelar di Arab Saudi tidak melanggar Al-Quran dan Sunnah

Syekh Sudais tidak pernah mengkritik atau mengecam kebijakan Bin Salman telah menghapus kewenangan polisi syariah dan membolehkan perempuan Saudi tidak berabaya dan berjilbab.

04 Januari 2022

TERSOHOR