kabar

Indonesia sahabat Assad

Rosa Harjanto, istri duta besar Indonesia untuk Suriah, Sabtu pekan lalu bertemu Ibu Negara Asma al-Assad di Damaskus.

08 Juli 2015 16:37

Tetap beroperasinya KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dengan kehadiran duta besar di Ibu Kota Damaskus merupakan dukungan amat besar bagi pemerintah dan rakyat Suriah. Padahal banyak negara telah meninggalkan Suriah dengan menarik duta besar dan menutup kedutaan mereka.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Sabtu pekan lalu antara Rosa Triana Harjanto, istri dari Duta Besar Indonesia buat Suriah Djoko Harjanto, dan Ibu Negara Suriah Asma al-Assad di kantor Ibu Negara di daerah Qasiyun, Damaskus, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co hari ini.

Pada pertemuan penuh keakraban itu, Rosa Harjanto menyampaikan Indonesia akan terus mendukung penyelesaian konflik di Suriah dengan cara damai. Sebab itu, Indonesia tetap mempertahankan KBRI dan duta besarnya di Damaskus di tengah kecamuk perang dan krisis. "Sahabat baik tentu tidak akan meninggalkan temannya sedang kesulitan," kata Rosa mengutip perkataan suaminya.

Asma mengakui sudah cukup lama tidak bertemu istri seorang duta besar di Damaskus. Alhasil, dia memuji setinggi-tingginya dukungan dan sikap politik Indonesia terhadap konflik di Suriah, terutama dengan kehadiran istri duta besar.

Dia menegaskan kehancuran Suriah diakibatkan oleh kelompok ekstremis sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. "Islam mengajarkan nilai-nilai toleransi bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bagi muslim," ujar Asma.

Pertemuan itu berlangsung sekitar sejam. Rosa Harjanto berharap Asma bisa mengunjungi Indonesia.

Kiri ke kanan: Duta Besar Prancis Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan, dan Duta Besar Inggris Moazzam Malik memberikan keterangan pers usai bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya di Jakarta, 19 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia kecam penggunaan senjata kimia

Meski mengecam, Indonesia tidak menuding Suriah sebagai pelaku serangan senjata kimia di Duma.

Suasana Ibu Kota Damaskus, Suriah, 14 April 2018. (Twitter)

Tiga sasaran serangan Amerika di Suriah

Termasuk pusat riset ilmiah di Damaskus.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika, Inggris, dan Prancis serbu Suriah

"Amerika dan sekutunya akan terus menyerbu sampai rezim di Suriah berhenti menggunakan senjata kimia," kata Trump.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto dalam serah terima dua mobil ambulans, merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Suriah, di Ibu Kota Damaskus, Suriah, 26 Juli 2017. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

Indonesia serahkan dua ambulans bagi rakyat Suriah

Bantuan kemanusiaan untuk Suriah sudah dirintis sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus