pelesir

Terpanggang terik Petra

Jika Malaysia mempunyai semboyan Malaysia One, Yordania memiliki jargon Al-Urdun Awwalan (orang Yordania diprioritaskan).

01 Mei 2015 11:16

Bukan ke Yordania bila belum menjejakkan kaki di kota kuno Petra, sekitar empat jam bermobil dari Ibu Kota Amman. Tapi sebagai orang asing, Anda mesti siap dongkol sekaligus kaget lantaran harga tiket kelewat mahal ketimbang penduduk setempat atau yang memiliki iqamah atau kartu izin tinggal.

Saya pun merasakan hal sama. Datang bareng Miftah, mahasiswa Indonesia tengah belajar di Universitas Muktah, kira-kira dua jam berkendaraan dari Petra, saya diperlakukan berbeda. Saya mesti merogoh 50 dinar atau sekitar Rp 900 ribu sedangkan pemuda 26 tahun ini hanya membayar satu dinar (Rp 18 ribu) karena memiliki iqamah.

Seperti Malaysia mendahulukan kaum Melayu muslim ketimbang warga keturunan India dan Cina, Yordania juga berlaku sama terhadap penduduk asli. Jika Malaysia mempunyai semboyan Malaysia One, Yordania memiliki jargon Al-Urdun Awwalan (orang Yordania diprioritaskan).

Seorang sopir taksi di Amman membenarkan pemerintah menomorwahidkan warga asli Yordania, termasuk orang-orang keturunan Palestina sudah beranak pinak sejak mengungsi ke Yordania pada 1948. "Selain orang Yordania dan Palestina, tidak boleh ada yang menjadi sopir taksi," katanya.

Seorang sumber Albalad.co membenarkan warga berpaspor Yordania mendapat keistimewaan. Mereka lebih didulukan dalam semua pelayanan publik. Biaya pendidikan buat mereka jauh lebih murah ketimbang mahasiswa asing. "Kalau orang Yordania, satu SKS dihargai US$ 23, kalau mahasiswa dari luar negeri US$ 85," ujarnya.

Petra atau orang Arab bilang Al-Bitra amat luas. "Perlu tiga hari untuk mengelilingi Petra," ucap Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Yordania Nayif al-Fayiz kepada Albalad.co saat tengah meninjau kota kuno ini. "Luasnya sekitar 240 kilometer persegi."

Petra ditemukan pertama kali pada 1812 oleh pelancong asal Swiss Johann Ludwing Burckhardt ketika tengah mencari kuburan Nabi Harun. Al-Bitra ini dulunya sekali dihuni kaum Nabatiyan atau Al-Anbath, orang Arab kuno, lebih dari 2.200 tahun lalu.

Untuk menyusuri Petra, Anda memerlukan stamina kuat apalagi saat musim panas. Kalau sedang musim dingin saja, Petra jarang diselimuti salju.

Ketika saya ke sana kemarin, terik terasa memanggang kulit. Suhu udara di Petra waktu itu kira-kira 34 derajat celcius. Belum lagi debu beterbangan akibat laju delman. Orang-orang tidak kuat melawat ke Petra bisa menyewa kuda tunggang seharga dua dinar atau andong (lima dinar).

Petra saban hari selalu kebanjiran pelancong. Lahan parkir juga penuh. "Orang-orang bule lebih memilih ke Petra dulu sebelum jalan-jalan ke tempat wisata lain di Yordania," tutur Miftah.

Biasanya para pelawat hanya menyusuri kota kuno ini hingga Al-Khaznih (harta berharga). Al-Khaznih merupakan monumen berukuran lebar 30 meter dan tinggi 43 meter. Bangunan ini didirikan seabad sebelum Nabi Isa dilahirkan sebagai lokasi kuburan seorang raja penting bangsa Nabatiyan. Sejumlah ahli meyakini Al-Khaznih kemudian berubah fungsi menjadi kuil. Buat sampai ke sini, Anda bakal menyusuri jalan menurun.

Saya benar-benar letih. Peluh menetes. Apalagi bila ingat perbedaan perlakuan terhadap pelancong asing seperti saya. Kian lemas saja rasanya. Untuk sampai ke Al-Khaznih saya mesti membayar Rp 900 ribu, tapi orang lokal cuma Rp 18 ribu.

Surat keputusan dari Departemen Kontrol Perbatasan Israel melarang pelancong asal Indonesia berkunjung ke Israel. (Albalad.co)

Israel cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia

Pembatalan ini bersifat sementara, berlaku selama 7-27 Juni 2018.

Restoran di Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

Restoran dan bar di Dubai boleh sajikan makanan dan minuman beralkohol siang selama Ramadan

Kebijakan ini berlaku sejak 2016, namun ketika itu restoran dan bar baru boleh buka setelah matahari terbenam sekitar pukul tujuh malam.

Puteri Nura binti Faisal as-Saud, cicit dari pendiri kerajaan Arab Saudi Raja Abdul Aziz. (Arabian Business)

Puteri Nura, wajah baru industri fesyen di Arab Saudi

Pengaruh Jepang mulai terlihat di Riyadh, di mana gadis-gadis Saudi berabaya gaya kimono.

Sekeluarga pelancong asing menumpang delman menyusuri kota kuno Petra di Yordania, Kamis, 30 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Muslim sekadar jargon

Karena terlanjur sebal, saya terpaksa menerima kembalian sepuluh dinar itu. Dalam hati saya menggerutu, "Sambutan positif karena saya muslim sekadar jargon."





comments powered by Disqus