kabar

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

13 November 2019 22:35

Sadim al-Maliki, pemilik toko madu di Kota Jeddah, Arab Saudi, membikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. 

Dalam rekaman video tersebar luas di media sosial, perempuan Saudi itu terlihat tengah berbicara dengan seorang lelaki. Sadim bercelana jins dan berbaju ketat dengan bagian dada terbuka. 

Penampilannya ini memicu kemarahan warga Saudi. Mereka mendesak polisi segera menangkap Sadim dan mencabut izin tokonya. 

Tampilan Sadim memang melanggar cara berperilaku di muka umum, dilansir Kementerian Dalam Negeri Saudi September lalu. Sesuai aturan itu, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Ghamdi. (Al-Arabiya/Supplied)

Ulama Arab Saudi sebut berabaya tidak diwajibkan dalam ajaran Islam

Sejumlah hadis menyebutkan istri-istri Nabi Muhammad mengenakan pakaian beragam warna, seperti kuning dan merah.

Sekelompok perempuan Arab Saudi berjoging di Kota Jeddah pada 9 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Tabrak tabu, sekelompok perempuan Saudi joging di Jeddah

Setelah diizinkan ke stadion buat menonton sepak bola, bekerja, ikut klub kebugaran, dan pelajar putri boleh mengikuti pelajaran olahraga, kaum hawa di Saudi mulai Juni tahun ini akan diperkenankan mengemudi mobil dan mengendarai sepeda motor.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Ulama senior Saudi sebut perempuan tidak wajib berabaya

Selama ini kaum hawa di negeri Dua Kota Suci tersebut wajib berabaya dan berjilbab serba hitam di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi diizinkan menonton di stadion mulai Jumat pekan ini

Raja Salman bin Abdul Aziz juga sudah memutuskan perempuan Saudi boleh menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor mulai Juni tahun ini.





comments powered by Disqus