IQRA

Investor Arab di Liga Eropa (4)

Lenyap salib logo Madrid

Real Madrid menghapus tanda salib di logonya setelah the National Bank of Abu Dhabi (NBAD) menjadi sponsor klub.

10 Agustus 2015 23:51

Kesepakatan menghebohkan itu diteken September 2014. Selama tiga tahun the National Bank of Abu Dhabi (NBAD) akan menjadi sponsor klub raksasa asal Spanyol Real Madrid.

Kontroversial karena tanda salib di atas mahkota dalam logo Madrid mesti dihapus. Namun simbol tanpa salib ini hanya berlaku di Uni Emirat Arab (UEA), di luar negara ini lambang Madrid bikinan 1931 itu tidak berubah.

Presiden Madrid Florentino Perez baru mengumumkan kesepakatan itu dua bulan kemudian di Stadion Santiago Bernabeu, ditemani empat pemain tim inti Gareth Bale, Toni Kroos, Karim Benzema, dan Dani Carvajal. Dia bilang penghilangan tanda salib ini untuk membikin senang penggemar muslim di negara Arab supertajir itu.

"Saya tahu penggemar di sana mengikuti tiap laga Madrid dengan cara khusus dan hubungan kami dengan UEA bakal makin kuat," kata Perez. "Kesepakatan ini akan membantu klub menggaet hati para penggemar di UEA."

Sebulan sebelumnya Madrid menandatangani perjanjian dengan IPIC (International Petroleum Investment Company). Kerja sama ini untuk kian memperkuat status Madrid sebagai klub terkaya sejagat dan membantu perombakan total Santiago Bernabeu dan nantinya berganti nama menjadi Abu Dhabi Bernabeu.

Perusahaan kepunyaan pemerintah Abu Dhabi itu juga akan membangun museum dan mendirikan sekolah-sekolah sepak bola Madrid di pelbagai negara.

Hal serupa juga terjadi setelah Syekh Abdullah bin Nasir ats-Tsani membeli Malaga FC, juga klub La Liga Spanyol. Sponsor kostum tim perusahaan judi William Hill Plc diganti dengan logo UNESCO.

Perubahan serupa juga berlaku di Getafe, klub Spanyol diakuisisi oleh Syekh Butti bin Suhail al-Maktum, konglomerat pemilik Royal Emirates Group asal Dubai. Di stadion Getafe akan dibangun sebuah paviliun menampilkan budaya Arab.

Uang kerap bisa membeli segalanya. Jangankan sekadar logo klub, duit bahkan mampu membuat orang nekat berganti Tuhan.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

Berselancar di gurun Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berselancar di gurun Qatar

Perhentian satu lagi di tepi Laut Merah, memisahkan Qatar dengan negara tetangganya, Arab Saudi.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Mengintip persiapan Piala Dunia 2022

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di sebuah toko kebab di Suq Waqif, Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Puja emir jaya Qatar

"Kalau Allah mengizinkan dan tidak ada azab, saya ingin cinta kepada Syekh Tamim menjadi rukun iman ketujuh."





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.

30 Maret 2018
Puja emir jaya Qatar
26 Maret 2018

TERSOHOR